

Teks Resensi
Karya : Muhammad Fahri Fadillah
Novel : Orang-orang Proyek
Identitas Buku
Judul : orang - orang proyek
Penulis : Ahmad Tohari
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2007 (Edisi Awal), 2019 (Cover Baru)
Latar : Proyek jembatan di pedesaan, tahun 1991
Tema: Kritik sosial, korupsi, idealisme, budaya kerja.
Genre : Sastra / Sosial - Budaya
Jumlah Halaman : 224 halaman
ISBN : 9789792225815 (Edisi 2007), 9786020320595 (Edisi 2019)
Sinopsis
Novel ‘orang-orang proyek’ adalah salah satu karya Ahmad Tohari yang menceritakan seorang insinyur muda mantan aktivis. Suatu ketika, Kabul menjadi sebuah kepala proyek pembangunan jembatan di sebuah desa. Sayangnya, proyek tersebut tergerus pada praktik korupsi dan penyelewengan, yang dimana para penguasa memainkan peran disini.Meskipun jembatan ini menjadi sarana ajang pamer partai penguasa, Kabul diberikan pesan bahwa jadwal selesai proyek harus sebelum acara HUT partai, tanpa perlu memperhatikan standar kualitas pembangunan. Saat proyek berjalan pun, kabul menyaksikan banyak penyelewengan seperti penggelapan bahan bangunan, penggunaan bahan bangunan standar rendah, dan pemangkasn uang proyek oleh pemerintah. Kabul ingin merpebaiki situasinya dengan meminta bahan baku standar tinggi dan waktu penyelesaian yang wajar ke bosnya, Dalkijo.
Dalkijo tentu saja menolak hal itu sampai-sampai dia merayu dan mengancam Kabul. Kabul yang tak tahan lagi pun akhirnya memilih mengundurkan diri.
Kekurangan
Bagian sebagian pembaca, mungkin kurang memahami dari segi latar tempat, waktu , dan peristiwa karena pendeskripsiannya kurang menarik dari buku ini tidak seperti buku lainnya karya Ahmad Tohari.
Kelebihan
Novel ini menyoroti bagaimana korupsi tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengancam nyawa masyarakat kecil, serta menggambarkan dilema moral manusia dalam sistem yang korup. Buku ini dibumbui juga dengan kisah percintaan Kabul dengan Wati, Asistennya sehingga pembaca tidak terlalu bosan membacanya.
Kesimpulan
Novel ‘Orang-orang Proyek’ adalah karya yang rekomendasi untuk dibaca apalagi untuyk para mahasiswa dan para aktivis lainnya. Buku ini bukan hanya tentang pembangunan, tapi juga kritik keras kepada para penguasa akan buruknya sikap Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme pada kehidupan masyarakat.

