

Kembali
Aku, si Animalis, kembali.
Kembali dengan senyum.
Tapi senyum itu hanya kepalsuan
untuk menipu semua.
Animalis merasa dirinya rapuh.
Ia menangis,
tapi tidak tahu apa yang membuatnya menangis.
Ia seperti menunggu,
tapi tidak tahu apa yang ditunggu.
Dara datang kembali,
hanya sekejap—
seperti angin segar bagi si Animalis.
Tapi ternyata,
mengabaikan semua itu
sakit baginya.
Animalis mencoba diam dengan sakitnya,
berdamai dengan sakit,
berteman dengan senyum.
Dan mungkin,
untuk kali ini,
senyum itu bukan tanda bahwa Animalis baik-baik saja.
Hanya caranya
untuk tetap berjalan.
Nawas
blr1026

