Kutipan Puisi
Seseorang yang Mengantongi Nama di Saku Kanannya
Karya
pensilfariz
Baca selengkapnya di
Penakota.id
—untuk Oneng Hoirun Nisa
Kala itu kami benar-benar sendiri. Pada perigi itu tak terlihat ikan-ikan, bayang-bayangnya kian menjauh, dipindahkan terangnya bulan.
Di sebuah restoran tepat di luar pintu, kau seperti bunga-bunga cinta. Kemudian, aku jadi angin yang siap mengusapnya.
Rintik-rintik seakan pandai memunguti sisa dirimu:
Apa kau ingat? Di bawah payung itu, kudekap dirimu dengan pelukan-pelukan rindu.
Kudedel saja, Nisa! Bait-bait Pablo Neruda. Semakin rancap ia bersinar-sinar, semakin ia dijauhkan dari airmata.
Jantung karang, punggung papan. O, kekasih, pahat kesepianku menjadi sebuah makhluk dengan segenap bibirmu!
Surabaya, 2017
Unduh teks untuk IG story