

Maka pada tiap-tiap daun yang gugur di tanah
Terdengar syair hati yang patah
Dan aku yang mencoba tabah
Maka pada tiap-tiap senja
Ada karang yang siap diterjang lara
Ada cakrawala yang siap menjadi kanvas setiap warna
Dan ada aku; hati yang kau robek paksa
Maka pada tiap-tiap hati yang patah
Ada perjuangan hingga berdarah-darah
Mencoba memberi hati namun kau resah
Aku pun pupus dan kalah
Maka di sini aku mencoba menuliskan diksi
Barangkali kau bisa melihat, mendengar dan tidak tuli
Agar kau tak menjadi manusia lupa diri.

