

ada amarah yang menggumpal di dalam dada, menjelma merah, menyatu searah dengan darah.
suara tawa yang terus menggema di telingga mendorong kepalan tanggan untuk menghantam kenyataan yang kau buat pekat.
kedatangan mu menawarkan rindu di dada yang datang tanpa aba aba,
melibatkan asa akan mengguasa.
atas dasar nama TUHAN ku benam segala inggatan kotor tentang jalang yang hanya menggunakan pakaiaan dalam, terkadang hanya mengenakan kutang bahkan telanjang.
namun katanya TUHAN maha pemaaf, kucicil penggetahuan dari nya, walaupun minim ku tentang bentuk seperti apa yang pantas menjabarkan tentang TUHAN.
andai saja ingatan tentang genggaman pergi dengan sukarela, tanpa harus di paksa, tanpa mengundang amarah.
mungkin sebatang pohon bringin hidup subur dengan rindang.

