

Januari, dua ribu dua enam.
Mimpi-mimpi itu pun masih tampak buram, seakan semua itu takkan bisa kugenggam. Entah mengapa banyak sekali rintangan yang membuatku bungkam. Kukira aku sudah khatam tentang cara kerja dunia yang kejam, namun faktanya aku pun masih belum paham dan dunia masih menganggap ku sebagai orang awam, seakan-akan ia menoleh padaku dengan tatapan tajam.
Namun dari itu semua, aku tak mau mimpi ini hanya menjadi angan yang akan selalu kupendam. Sudah lama aku tenggelam, jatuh di jurang yang curam. Kini waktunya aku tuk berlayar di tengah lautan yang dalam.
Kuharap seberat apa masalah yang akan menghantam dikala siang ataupun malam, tekad ini takkan pernah padam.
Semoga laut tak menjadi makam di mana kapal ini karam.

