

Aku lahir dari buah pahitnya luka dan duka
Dinanti sebagai piala yang memikul segudang harapan
Dipeluk oleh tangis, pilu, depresi, hingga kegilaan
Bisik riuh di kepalaku menguasai waktu lelapku
Dadaku tertindih sakit dan sesak membiru
Gemetar hebat terguncang tubuhku
Dengan sadis, seonggok manusia setan berkata "sudah, tidak usah terlalu dipikir"
Hei biadab! Kau kira aku sendiri yang ingin?!
Kau kira aku mengarang komedi untuk atensi?!
Sungguh, lama-lama aku bisa naik tensi
Aku tidak diciptakan memiliki rumah, bahkan tidak pada rahim ibu
Aku hanya singgah untuk menjadi penghibur
Sudah terlampau lelah aku mencari makna hidup
Kusambut meriah kematian sebagai pulang paling kurindu

