

Karya: Padilah Rafa Nur Mawar Liansyah
Judul Resensi: Perlawanan & Romantisme ditengah Reformasi 1998
Identitas buku
Judul: Notasi
Penulis: Morra Quatro
Penerbit: GagasMedia
ISBN: 9789797809942
Genre: Romance, Historial Fiction
Tebal Halaman: 321 halaman (cetakan kedua)
Ukuran buku: A5
Tahun terbit:
Cetakan pertama tahun 2013
Cetakan Kedua 19 Agustus 2022
Sinopsis:
"Notasi" karya Morra Quatro ialah novel romansa sejarah yang berlatar belakang sejarah reformasi pada Mei 1998 di Yogyakarta, Terjadi aksi demonstrasi mahasiswa idealis UGM, yaitu menentang pemerintah orde baru yang otoriter. Penulis menggabungkan cerita sejarah ini dibumbui oleh kisah romansa antara Nalia mahasiswa FKG (Fakultas Kedokteran Gigi) dan Nino mahasiswa Teknik Elektro, pertemuan mereka berawal dari usaha Nalia untuk menyewa radio Jawara FM untuk keperluan publikasi acara fakultasnya, Percintaan antara Nalia dan Nino sangat manis diceritakan dalam novel ini. Mereka saling jatuh cinta di saat yang tidak tepat, saat mereka ingin membela negeri ini sehingga tidak ada waktu untuk mereka menyatakan perasaan masing-masing. Keduanya terlibat dalam aksi demonstrasi menuntut keadilan terhadap rezim Soeharto. Para mahasiswa tidak takut mati untuk memperjuangkan hak rakyat, yang awalnya mereka menyuarakan suara-suara mereka lewat radio tentang orde baru, sampai dimana terjadinya demo besar-besaran yang menewaskan beberapa mahasiswa, serta banyak juga mahasiswa yang terluka. Nalia yang mencari Lin Lin sahabatnya dari kerusuhan yang terjadi membuat ia terpisah Dari Nino, namun mereka memiliki kehidupan yang terus berjalan tanpa pernah berkomunikasi lagi, Nino berjanji kepada Nalia akan kembali, namun ia menunggu Nino yang hilang setelah aksi demonstrasi, ia hanya menerima surat-surat dari Nino tanpa alamat darinya. Pada akhirnya Nalia melanjutkan pendidikan nya ke negri sebrang, namun penantian Nalia menunggu Nino tidak sia-sia, Nino kembali tapi sudah menjadi seorang engineer dan memiliki kekasih. Disisi lain akhirnya Nalia menerimanya dan memiliki seorang kekasih yang lebih muda darinya.
Kelebihan Novel:
Kelebihan dari novel ini ialah tema nya yang menunjukkan besarnya rasa nasionalisme para pemuda indonesia untuk melawan pemerintahan orde baru yang otoriter, ceritanya mengalir dengan kehidupan kampus, menyatu dengan kisah persahabatan dan percintaan.
Kekurangan Novel:
Kekurangan dari novel ini sulit ditemukan, tapi terdapat beberapa bahasa yang sulit dipahami perlu pembaca imajinasikan, dan beberapa kata yang disambung membuat pembaca kebingungan.
Rekomendasi Novel:
Novel ini sangat direkomendasikan untuk dibaca karena dapat pandangan baru, sebagai generasi yang gak mengalaminya lansung, membaca buku ini bikin kita seolah merasakan lansung, buku ini ngga hanya menceritakan soal cinta 2 mahasiswa UGM. tapi juga perjuangan mereka untuk mendapatkan hidup yang tenang.
"Politik adalah parang yang paling kotor. Lumpur-lumpur yang kotor. Tapi di suatu saat di mana kita tidak bisa menghindari lagi, maka terjunlah.” (Soe Hok Gie) – halaman 154

