Kutipan Cerpen
Hanya untukmu
Karya
randhikayudhistira
Baca selengkapnya di
Penakota.id
Laksana bintang di langit begitu indah namun tak tercapai, begitulah dirimu gadis ku. Aku ingat saat pertama kalinya kita bertemu, dirimu menangis begitu kencang bagaikan petir yang menyambar-nyambar. Dengan sigap ibumu menenangkan dirimu. Oh betapa bahagianya diriku melihat keharmonisan kalian.
Aku ingat kala dirimu pertama kali memanggilku, jantungku berdegup, tubuhku serasa dirayapi oleh rasa senang, ingin rasanya mengatakan kepada dunia kalau dia memanggilku, senangnya.
Aku ingat saat kau memintaku membelikan sebuah sepatu hak beludru sama seperti yang teman-teman mu pakai. Hanya untukmu aku rela menghabiskan uang demi kebahagiaanmu.
Aku ingat ketika dirimu lulus dari pendidikan dasar, dan saat nya bagi dirimu memasuki perguruan tinggi. Kita harus berpisah. Kau memeluk ibumu dengan kasih sayang, tak dapat kusembunyikan senyum saat melihat kalian berdua sangat harmonis, kemudian dirimu memandangku kemudian memeluk ku begitu erat, kini kesedihanlah yang ada dalam diriku, aku lupa kalau kamu akan pergi ke jepang untuk melanjutkan pendidikanmu. Tak dapat kupungikiri jikalau diriku khawatir dengan keadaanmu saat diluar sana, tak banyak yang kubisa lakukan selain berdoa kepada Tuhan agar dirimu selalu aman.
Aku ingat ketika engkau menelponku untuk memberi kabar masing dan terkejutnya diriku saat dirimu mengatakan kalau kau mempunyai seorang pria yang akan menjadi pendampingmu, laksana petir di siang bolong, aku tidak dapat menahan kecemburuanku, pria macam apa dia? Apa dia tampan? Baik hati? Jujur? Ataukah sebaliknya? Satu kalimat meluncur dari mulutku "Aku ingin bertemu dengannya."
Aku ingat saat memandangi surat undangan pernikahanmu, begitu rapih dan indah, dengan hiasan-hiasan yang menawan. Namun bukan undanganya yang kuperhatikan, tetapi nama mu yang terpampang di undangan itu beserta dengan nama pasanganmu, satu tetes air mata mengalir, entah karena sedih atau bahagia.
Pestanya begitu meriah, diiringi musik yang dibawakan oleh band alumni, dan didatangi oleh banyak kerabat, kawan,dan saudara. Aku melihat mu bersama pasanganmu, betapa bahagianya kalian, tersenyum dan tertawa bersama. Aku tersenyum, ketika kusadari seseorang berjalan mendekatiku, ibumu mendekat kearahku dan berkata "Sayang lihatlah anak kita sudah besar dan senangnya melihatnya begitu bahagia, ingatkah dirimu saat dia lahir? Engkau hanya bisa berdiri tersenyum dan menangis?" "Aku ingat sayang, aku ingat semua kenangan yang kita jalani bersama anak kita," jawabku.
Hanya untukmu gadisku, hanya untuk buah hatiku aku rela menukarkan semuanya untuk kebahagiaanmu.
Unduh teks untuk IG story