

Ramai itu mungkin sebab pendemo
yang berteriak dengan suara dibekap
atau hiruk pikuk ambulans
yang berhenti dipagari
lebam itu mungkin karena pukulan
yang tak mengerti kemana ditujukan
dan histeria itu
atas kesalahan yang tak pernah dilakukan
dia jengah
tertawa kecil mengamati sekitar
mungkin menertawai dua orang yang beradu di dekatnya
atau menertawai dirinya sendiri
tentramnya mulai hilang
dia tahu itu
tapi seperti sudah-sudah
tak ada yang lebih sempurna dari kamarnya yang temaram
dia tahu
dia hanya mengamati
tersenyum terkadang memaki
dia rasa dia aman
dan tak ada yang dapat merusaknya
bahkan kobaran api diluar
dan asap yang memedihkan
'aku aman'
katanya tenang

