

Dalam mantranya dirapalkan nama insan itu berulang-ulang, serpihan luka masa lalunya membuat hati kecil tuan yang tak tau apa apa itu menjadi dingin dan kaku.
Ya, betul, tidak ada yang bisa meruntuhkan tembok besar di ujung sana, sebab puan pun masih terjebak dalam penjara bersama penderitaannya.
Pintanya satu, tolong bisikkan pada hatinya bahwa "semua akan kembali kepada pemiliknya beserta pelangi jingga di sore hari", jangan sungkan untuk ketuk pintunya walau hanya sekedar memeluk sendu yang tidak terbendung itu, ya.
Salam hangat, mantraku selalu bersamamu. Semoga ada satu diantara lainnya yang menyayangimu di setiap hembusan nafasnya.

