

Judul Buku: Gadis Kretek
Nama Penulis: Ratih Kumala
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2012
Jumlah Halaman: 274 halaman
ISBN: 978-979-22-8141-5
Bagi pencinta sastra fiksi sejarah lokal, nama Ratih Kumala pasti sudah tidak asing lagi. Lewat Gadis Kretek, ia berhasil melahirkan sebuah karya yang sangat ikonik hingga sempat diadaptasi menjadi serial dokumenter yang sukses besar diluar negeri. Buku ini bukan cuma sekadar cerita romansa menye-menye, melainkan sebuah penjelajahan waktu yang mengajak kita menyelami pasang surut industri kretek di Indonesia, mulai dari zaman penjajahan Jepang, awal kemerdekaan, hingga era modern.
Cerita dimulai waktu seorang pemilik pabrik besar Kretek Djagad Raja bernama Soeraja yang lagi sakit parah dan ingin meninggal. Bukannya manggil istrinya, Soeraja malah terus-menerus mengigau dan manggil satu nama perempuan dari masa lalunya, yaitu "Jeng Yah". Istrinya jelas langsung cemburu berat.
Akhirnya, tiga anak laki-laki Soeraja, Tegar, Karim, dan Lebas, diutus untuk mencari siapa sebenarnya Jeng Yah ini sebelum ayah mereka tutup usia. Perjalanan ini membawa mereka ke sebuah kota kecil di Jawa Tengah dan pelan-pelan membuka rahasia besar keluarga mereka.
Lewat cerita yang maju-mundur, kita bakal tahu kalau Jeng Yah (nama aslinya Dasiyah) adalah seorang gadis zaman dulu yang pintar banget meracik saus kretek. Dia dulu pacaran sama Soeraja muda pas Soeraja masih jadi pekerja biasa. Sayangnya, kisah cinta dan bisnis mereka hancur karena masalah politik tahun 1965 dan adanya pengkhianatan.
Kelebihan utama buku ini adalah cara penulis menceritakan dunia kretek yang detail banget tapi nggak buat bosen. Kita bisa membayangkan gimana baunya tembakau, cengkeh, dan proses melinting rokok zaman dulu. Karakter Dasiyah juga keren banget; di zaman dulu yang apa-apa harus diatur laki-laki, dia digambarkan sebagai perempuan yang mandiri dan pintar berbisnis. Alur maju-mundurnya juga rapi, jadi kita nggak bakal bingung pas baca.
Kekurangannya mungkin ada di bagian akhir cerita. Konflik yang terjadi pasca-tahun 1965 yang sebenarnya jadi inti kenapa nasib para tokohnya berubah drastis terasa diceritakan agak buru-buru. Rasanya bagian itu masih bisa diperpanjang sedikit lagi supaya pembaca bisa lebih ngerasa sedih atau emosional sama nasib karakternya.
Kesimpulannya, Gadis Kretek adalah novel yang seru dan komplet. Isinya lengkap, ada sejarahnya, ada budaya Jawanya, ada persaingan bisnis, dan ada kisah cinta yang bikin nyesek dihati. Bahasanya juga tergolong ringan dan gampang diikuti. Buku ini sangat direkomendasikan buat siapa saja yang inin membaca novel berbobot tapi tetap menghibur dari awal sampai akhir.

