

Dimana jiwa sepi yang ramai itu?
Kelana di titik yang mana ia memilih buntu?
Kembara di sudut yang mana ia berhenti meragu?
Tak ada ubah baginya perihal cara melangkah maju
Bahkan disaat sesiapa menunggu dan merindu
Ia tegap pendirian seorang diri memeluk pilu
Bersemayam sendu
Menggenggam malu
Bertemankan sunyi ia dibayar oleh kerusakan yang membiru
Bekasnya nyata terlihat abu-abu
Langkah tak tentu berakhir melucu
Pada akhirnya Ia pulang memeluk pusara baru
sr.

