

-Permulaan...
Hujan mengguyur deras pada malam jumat, suasana semakin mencengkram dengan suara petir yang besar. Frank sedang asik mengerjakan tugas, tetapi tiba-tiba mendengar suara anak kecil menangis di pintu luar ruang bawah tanah. Lelaki itu dengan penasarannya turun menuju lantai 205, namun saat ingin mengecek, "Ada siapa di sana?" di kaget kan oleh suara tepukan tangan seorang perempuan dengan baju seragam serba hitam.
"Ada apa frank?"
Tubuh Frank bergetar, rupanya nyonya Anne, salah satu pemegang kunci setiap kamar Asrama.
"Itu, ada suara anak kecil menangis"
Hujan semakin lebat, mereka berdua memeriksa sekitar, tidak ada apapun, suara menangis itu hilang. Namun, ketika Frank ingin kembali ke kamarnya, seketika seseorang berjubah merah menarik tubuhnya. Anne yang melihat itu terjatuh pingsan, pembunuh berdarah dingin membeset-besetkan sesuatu yang tajam, bentuknya seperti kunci yang di runcingkan, menusuk-nusuk dengan brutal ke mata Frank... Saat itu, ruang bawah tanah di tutup semen dengan tulisan "Dilarang Masuk, berbahaya!"

