

Aku cukup pandai merangkai kata,
menggoreskan rasa di atas kertas kosong,
dan diam-diam lihai
mengabadikan momen yang sering luput.
Maka barangkali
kalian patut sedikit bersyukur
pernah hadir di hidupku—
sebab aku menyimpan kenangan
dengan caraku sendiri:
melalui tulisan, gambar,
dan potret yang tak bersuara.
Kalian tak perlu berbuat apa-apa,
cukup diam dan menikmati kebersamaan.
Tugasku sederhana:
menjaga tawa,
menyisipkan kelucuan,
dan membuat hari terasa lebih ringan.
Terima kasih
untuk setiap kehadiran
yang pernah singgah di hidupku.
Mari kita lanjutkan cerita ini
hingga waktu sendiri
yang memutuskan akhirnya.

