

Seharusnya kau,
Belajar memegang dadamu,
Dan meresapi betapa keangkuhan dan kesombongan,
Telah lama bersarang di sana,
Membunuh nuranimu.
Seharusnya kau,
Tahu, mengapa aku terburu-buru pergi,
Ada banyak alasan meremaja di tubuh tabahku,
Perihal kita yang memang sudah tidak bisa.
Seharusnya kau,
Tidak lagi berlari di belakang punggungku,
Karena aku tidak akan tinggal di rumah itu lagi.
Seharusnya kau,
Tidak menanam percaya,
Bahwa aku akan kembali,
Karena itu satu-satunya hal tidak mungkin untuk kita kali ini.

