

Ayah, aku tau sakitmu tidak bisa kumengerti, kehilangan sosok yang sepanjang hidupnya menemani peluh keluhmu tanpa mengeluh.
Ayah, aku tau kesedihanku tidak lebih dari kesedihanmu, ditinggalkan perempuan yang merawat sehatmu dan menyembuhkan sakitmu dengan cakap, yang tidak mungkin bisa kutirukan.
Ayah, maafkan anakmu yang masih sakit hati karena tidak mau memahami betapa tersiksanya hatimu yang kini seorang diri, hidup dengan tubuh lemah karena kehilangan penyemangatnya.
Ayah, maafkan aku. Ayah, maafkan aku; karena hanya bisa selalu meminta maafmu.

