

Di jalan itu lagi,
Dia duduk termenung dengan wajah penuh harap
Sekeping, dua keping, selembar, dua lembar
Dia kumpulkan untuk sesuap nasi
Membuat orang merasa iba dengan keadaannya
Tapi kadang rasa iba dan sulit percaya beriringan
Apakah mungkin sebetulnya dia berkecukupan ?
Apa mungkin dia berbohong dengan kondisinya ?
Ah tapi itu urusannya
Jika ternyata dia berkecukupan,
Semoga dia bisa membawanya
Meski ironi rasanya dia bersandiwara sedemikian rupa
Hanya untuk kesenangan semata
Semoga pikiran buruk ini salah,
Semoga dia memang membutuhkan
Meskipun nominalnya tidak sebanyak harapannya
Semoga dia tetap merasa bersyukur

