

"Suatu Hari Di Februari"
Dalam kalender bulan ke dua tahun 2021. Kembali di pertemukan dengan bulan yang sangat berarti dan di hari yang paling berarti dalam hidupku. Banyak kejadian yang dapat di jadikan pelajaran di bulan ini. Mulai dari hati selalu disakiti karna terlalu berharap kepada orang yang salah, bingung dalam bertindak tentang pekerjaan, tgl 16 yang paling berarti dalam hidup, dan dia yang bilang "aku disini cuman kerja ko, ga bakalan cari pacar, aku fokus ke karir dulu" akhirnya mempunyai pacar barunya dan seketika menghianati ucapan yang telah ia lontarkan sebegitu lamanya semasa masih bersamaku.
Dimulai dari yang pertama, dimana ketika itu aku sangat mudah tertarik kepada wanita yang menurutku dia punya kelebihan "menarik" dari wanita pada umumnya. Kelebihan menarik itu tidak bisa aku jelaskan seperti apa detailnya dan seperti apa bentuknya, karna kelebihan itu sendiri hanya bisa dirasakan oleh ku sendiri.
Dia sangat menarik bagiku, dia mempunyai daya tarik lain bagiku, dan dia bisa membuatku nyaman dengan tingkah lakunya yg "dingin", cuek, dan setidak perduli itu terhadapku. Tetapi apalah dayaku, yang selalu menafsirkan kesalah pahaman apa yang dia lakukan. Mulai dari bisa bertemu dengannya setelah sekian lama, dan bisa berbincang bincang dengannya dimana disana aku merasa mulai nyaman.
Ketika mengungkapkan sebuah perasaan yang bagiku itu sangat mudah, karna itu berdasarkan fakta dari apa yang aku rasakan, dan tidak mudah untuk menerima jawaban yang tidak bisa ku ekspektasikan sebelumnya. Pada akhirnya, dia hanya menggapku sebagai salah satu temannya dari sekian banyak orang yang dia kenal.
"Ketika dia melakukan suatu hal kepadaku, seharusnya aku tertawa, karna dia hanya bercanda, bukannya malah jatuh cinta"
Tapi apalah daya, kejadian itu begitu cepat terjadi, dan tidak disangka sangka olehku. Aku tidak persiapan apapun, karna pada saat itu aku juga baru sembuh dari luka yang memang akan sangat lama untuk disembuhkan. Tetapi aku terlalu gegabah mengambil resiko yang sebenarnya akan berimpact besar terhadap diriku sendiri. Bodoh ? Iya memang aku sangat bodoh, karna mudah sekali untuk jatuh cinta terhadap perempuan yang mempunyai kelebihan "menarik" menurutku.
Kedua, pada saat bersamaan aku juga sedang bingung untuk mengambil keputusan dalam bekerja. Karna tidak nyaman dari pekerjaan yang sedang dijalani, akhirnya aku tidak banyak berpikir, aku langsung melamar dan akhirnya ada panggilan psikotes dan interview. Kenapa aku tidak nyaman dengan pekerjaanku yang saat ini sedang dijalani ? Karna hak-hak karyawan sepertiku sering kali di abaikan (meskipun nantinya di bayar, tapi itu harus di tagih terus, sepertinya kalo tidak di tagih tidak akan di bayar). Pada dasarnya seseorang yang sudah mempunyai perusahaan sendiri, harus sudah sanggup untuk bisa membayar hak-hak karyawannya pada saat waktu yang tepat dan cepat.
Karena itu sudah menjadi kewajiban bosnya dan tidak mengelak apapun alasannya. Akhirnya pekerjaan yang aku lamar ada menghubungiku untuk menjadi bagian dari mereka, tapi aku dilanda rasa bingung ketika itu. Sudah bertanya pada orang tua, pada teman teman, semuanya menjawab "Gimana baiknya kamu".
Akhirnya aku tidak jadi mengambil pekerjaan yang sudah di depan mata, dan mencoba bersabar di pekerjaan yang sedang dijalani sampai saat ini. Lelah ga ? Sangat lelah, karna bekerja di bawah tekanan, tapi untuk hak-hak karyawannya sendiri sering kali di abaikan, dan lebih memilih mementingkan hal lain, di bandingkan mengutamakan karyawan.
Ketiga, tgl 16, pada tgl itu hari dimana aku dilahirkan. Pada saat itu aku berharap ada orang yang me-chatku walaupun hanya sekedar mengucapkan "Selamat Ulang Tahun Yusuf". Namun, tidak ada pada akhrinya. Tapi aku bahagia, karna aku bisa bertahan dan menjadi lebih kuat dari sebelummnya.
Untuk yang terakhir ini nyambung dengan yang pertama tadi dimana aku baru sembuh dari luka, ya karna seorang wanita ini. Singkatnya kita putus karna LDR. Mungkin disini aku yang salah, karna aku tidak bisa menjalani LDR. Kenapa ? Bukannya aku kalah dengan jarak, tapi menurut pengalam pribadiku sendiri, LDR tidak akan berhasil bagiku, karna sudah pernah dijalani sebelumnya.
Kemudia dia pergi dan mengagapi karirnya, oke aku sangat mendukung penuh untuk karirnya. Tetapi ada satu hal yang dia ucapkan kepadaku seperti ini, dan ini sedikit percakapan kami pada saat itu :
M : Aku kesana buat kerja ko, bukan buat cari pacar, aku disana fokus karir, nanti aku juga balik lagi kesini.
Aku : Aku ga yakin dengan itu, liat aja nanti, kamu pasti punya pacar ko
M : Engga, gabakalan, aku gabakalan punya pacar, aku ini orangnya susah buka hati buat orang lain, apalagi baru udahan sama kamu.
: mungkin kamu yang bakal punya pacar duluan hehe (begitu kata dia kepadaku)
Dan beberapa bulan kemudian, aku liat di story dia, yang pada akhirnya dia lebih cepat sembuh dariku, dia bisa cepat mendapatkan penggantiku, dan dia mengingkari perkataannya sendiri. Terpukul ga dengan itu ? Jelas, sangat terpukul. Karna apa ? Karna aku selalu menunggu kepulangannya untuk bisa bertemu dan berbincang bincang dengannya.
Sekarang untuk say Hi saja aku tidak berani, karna apa ? Aku takut mengganggunya. Lebih baik aku kehilangannya (walaupun sakit hati), dari pada dia harus kehilangan kebahagiaannya.
Untuk kesekian kalinya, aku bercengkrama kembali dengan dinginnya angin malam dan sepinya keadaan malam. Tapi tak apa, aku terkadang juga merasa nyaman untuk bisa merasakan hal seperti ini lagi, karna sekian lama aku tidak pernah seperti ini lagi. Walaupun hati sedang tidak bisa di gambarkan, tapi aku di temani teman spesial setiap malam.
Dibawah gelapnya malam, ada terangnya bulan dan bintang selalu ada untukku. Seakan akan mereka bilang seperti ini "Hi Yusuf, tenang kami akan selalu menemanimu :)."
Ini cerpen ya ? Hehe aku lupa, sampe sampe aku kebanyakan bercerita. Untuk cerita "Suatu Hari Di Februari" sampai disini, terimakasih untuk teman teman disini kalo ada yang menyempatkan untuk bisa membaca ceritaku. Jaga diri kalian baik baik, berikan hati kalian masing masing untuk orang yang benar benar bisa menjaganya. Harga hati itu mahal, ketika hati tersakiti, semua orang tubuh merespon. Mata menangis, tubuh lelah dan cape, tangan untuk mengusap air mata, kaki untuk melangkah ke tempat dimana bisa menyendiri, otak yang selalu memutar kejadian apa yang membuatku selalu merasa tersakiti.
Terimakasih untuk teman teman yang sudah menyempatkan membaca ceritaku, semoga kalian sehat selalu, dan selalu ada dalam lindungan-Nya. Aammiiinn

