

Aku rindu dengan apa yang kamu ungkapkan saat hujan turun.
: aku nyaman juga senang, bisa bertemu denganmu. (CEWEK MANA YANG GA BAPER DI GINIIN? WKWK)
Tapi, pada akhirnya aku benci dengan apa yang kamu nyatakan saat larut malam,
: saya pamit.
Aku terkekeh saat membaca pesan itu. Dengan cepat aku membalas
: sejak kapan kau cakap macam tu? Biasanya juga 'aku tidur duluan ya'
Dengan cepat kamu mempertegas kata itu,
: kita seharusnya tidak bertemu dan kita seharusnya tidak sedekat ini. Jadi saya tidak bisa memperlakukan anda seperti sosok yang di spesialkan. Saya pamit.
Sa pamit mo pulang .... Sa pamit mo pulang ... (Nyanyi aja gapapa~)
Lagi lagi aku harus bertemu dengan kata itu.
Kata yang bertahun-tahun aku kubur.
Yang tak pernah aku tumbuhkan kepada siapapun.
Tapi kamu datang menghancurkan kuburan itu.
Sehingga aku kembali rindu tapi benci.
(Puisi yang di tulis di buku diary-nya)
Beberapa hari kemudian~ tanpa ada kabar si ekheum,. (Di unfol soalnya. Jdi story nya gada) ckckckkkkk
Aku memberanikan diri untuk membuka pikiran. Bahwa yang telah pergi itu nggak baik untuk kita galauin. Jadi akan ada waktu dan tempat yang tepat untuk bertemu dengan seseorang yang lebih baik. Asal aku selalu memantaskan diri. Biar dapet yang sepantas~
Selesai.
Itulah true story yang paling berharga di ... Cinta monyet temen 'gue'. Hahahaha karena cinta sejati itu datang seletah akad .. Bener ga ?
Oh iya, dan kita bakal berpikiran kalo cinta itu sampah saat kita tersakiti ... huhu
*jangan percaya ama gombalan buaya ya. Kalo udah pernah disakitin, jangan coba2 lagi. Hahaha
*dan cewek itu berharga hati dan juga dirinya.
But up to you. :v

