Pernahkah kau bertanya pada angka
yang tak kunjung serima?
Senantiasa menanti sandaran di bahu
bersenda melepas puluhan tawa dan
rindu
Tak ingat seberapa rindang hutan, pecah arus
hingga tercipta langkah begitu bersama
Mengharap dekapan walau kurun azan ikamat
menyeru
Bukankah indah bila satu dongeng
memberi sepuluh makna
Kelak terlahir ratusan amanat
dari bulan bulan lamanya
Lantas, mengapa kembali asing?
Entahlah
Mungkin demi mengelak dari jurang
berkandung mawar