Karya ini ada di dalam 1 buku
BUNGA LATAR DI UJUNG HAYAT
Puisi
Kutipan Puisi BUNGA LATAR DI UJUNG HAYAT
Karya Kotagu_H
Baca selengkapnya di Penakota.id


Aku simak bibirnya beradu dengan tabu

Sejak berkidung tak lagi beri untung

Untuk hidup tak beruntung

Dan kian buntung


Lalu berperang

dengan ingkar paling pantang

Pajang perak parasnya sedari petang

Di jalan-jalan, media gelanggang jalang

Disebut-sebut "sama juga banting-tulang"


"Mampir Tuan.."

Rayu pada pejalan

harga diri apa peduli setan

"Peduli apa dengan anakku yang kelaparan"

Cinta kasih tercecer di jalan-jalan keterpaksaan


Keluar sedari petang

pulang tergantung kuasa badan

sesekali teringat, anak sendiri perawan

Ia menangis, menjerit ketakutan

jika nanti buah hati dibentur pelacuran


"Ampuni aku Tuhan"

Ia terjatuh disentuh subuh

Menangisi tubuh yang ditindih Tuan asu

sedari magrib mengambang, lirih tanpa patuh


Ia menangis penuh seluruh

Berdoa pinta ampun dengan sungguh

Dari mulut, lafal doa bercampur

aroma dahak arak dan anggur

sesekali terbatuk-batuk

sisa mabuk semalam suntuk


Nona, oo.. Nona.

Kau bunga latar paling terang

tersungkur tobat di ujung pulang

Sebelum terbaring di dalam liang


Majalengka, 6 Agustus 2020

19 Feb 2024 01:45
17
Kabupaten Majalengka, Jawa Barat
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh: