Bapak intelektual, dengan kata-kata bijak,
Mengatakan bahwa sejarah tidak boleh diulang,
Masa lalu yang kelam, telah dikoreksi oleh waktu,
Tapi hari ini, apakah sejarah akan mengulang kesalahan yang sama?
Dengan nada yang santun, beliau mengatakan,
Bahwa dirinya telah menemui reformis muda,
Di kampus-kampus, di tahun 1998 yang gemuruh,
Mendengarkan aspirasi mereka, dengan hati yang terbuka.
Tapi hari ini, semua telah dikhianati,
Janji-janji manis, telah dibuang ke tempat sampah,
Sejarah yang kelam, telah diulang kembali,
Dan bapak intelektual, hanya bisa menangis.
Oh, sejarah yang kelam, mengapa kamu harus diulang?
Mengapa janji-janji manis, harus dibuang ke tempat sampah?
Bapak intelektual, dengan kata-kata bijak,
Hanya bisa menangis, melihat sejarah yang kelam.