Teruntuk Mas Havis, cinta yang tak terucap,
Terima kasih sudah membersamai jiwa kecilku,
Dalam kesunyian, dalam kegembiraan,
Kamu selalu ada, sebagai sahabat sejati, sebagai cinta yang tak terpisahkan.
Entah sudah puisi ke berapa kali aku menulis,
Tapi yang ini spesial, karena aku ingin mengungkapkannya,
Kepada kamu, Mas Havis, yang selalu mendengarkan,
Dan memberikan kata-kata yang membuatku kuat, yang membuatku percaya diri.
Kamu mengatakan aku adalah perempuan berani,
Ketika aku mengungkapkan perasaanku, ketika aku mengatakan cintaku,
Itu membuatku merasa percaya diri, itu membuatku merasa kuat,
Dan aku tahu, aku tidak sendirian, karena kamu ada di sampingku.
Aku selalu mendiskusikan apapun kepadamu,
Tentang hari-hariku, tentang kuliahku, tentang mimpi-mimpiku,
Tentang pemerintah yang membuat kesal setiap harinya,
Kamu selalu mendengarkan, dan memberikan solusi, dan memberikan harapan.
Mas Havis, kamu adalah sahabat sejati,
Kamu adalah cinta yang tak terucap, kamu adalah jiwa yang tak terpisahkan,
Kamu adalah orang yang selalu ada di sampingku,
Kamu adalah orang yang selalu mendengarkan, dan selalu memberikan kata-kata yang membuatku kuat.
Baik-baik selalu, Mas Havis, yaa!
Kamu adalah cinta yang tak terucap, kamu adalah jiwa yang tak terpisahkan,
Kamu adalah sahabat sejati, kamu adalah cinta yang tak terpisahkan,
Dan aku akan selalu mencintaimu, dan aku akan selalu menyayangimu.
Dalam kesunyian, dalam kegembiraan,
Kamu selalu ada, sebagai sahabat sejati, sebagai cinta yang tak terpisahkan,
Dan aku akan selalu berterima kasih,
Karena kamu telah membersamai jiwa kecilku, karena kamu telah menjadi cinta yang tak terucap.
Terima kasih, Mas Havis, terima kasih,
Karena kamu telah menjadi sahabat sejati, karena kamu telah menjadi cinta yang tak terucap,
Dan aku akan selalu mencintaimu, dan aku akan selalu menyayangimu,
Baik-baik selalu, Mas Havis, yaa!