

sabtu larut,
Jogja dipeluk pengap,
bau udara orang-orang sepulang kerja, keringat menempel mesra dikantung mata dan nyanyian serangga yang menari di rumput liar.
dalam sunyi malam Jogja,
Amin melangkah pulang—
seharian kelelahan mengejar cita-cita.
matanya letih,
kakinya melemah,
barangkali yang ia bawa terlalu berat untuk pundaknya.
pagi sabtu disambut mendung,
ayam saling bersahutan membangunkan warga Jogja yang nyaman tidurnya,
Amin belum juga sampai rumah.
Ia tahu betul jalan pulang kerumah,
Ia tahu betul ada yang menunggunya dirumah.
pagi sabtu semakin mendung,
ratusan kunang-kunang,
menuntun Amin pulang kerumah.

