

pagi membangunkanmu
dari mimpi-mimpi yang kau tanam sendiri
di sana, ayah, mama,
kakek dan nenek tersenyum lepas
di sana, buku dan pena
berjajar sabar
menunggu giliran kau ajak menari
pagi membangunkanmu
dari mimpi-mimpi yang kau rawat sendiri
mungkin di mimpimu
buku dan pena tak pernah ditanya harganya
mungkin kau masih menari
tanpa takut memikirkan esok hari
maaf
jika bocah sepertimu harus memikul beban
yang seharusnya dipanggul negara
“fakir miskin dan anak-anak yang terlantar
dipelihara oleh negara”

