

angin musion berhembus
dari kota menuju ke desa,
berpintu-pintu sarang nyamuk
di gantungan belakang baju.
berdecit pintu-pintu itu
merayakan gatalku;
obat nyamuk dari desa
tak mampu membunuh.
kulitku kunci patah. darahku
: ingatan bau badan
yang melayang-layang
di dalam perut ibu.

