Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Masak

Oleh aldrifajar

 


 


Ibu adalah penyair di depan wajan.

Kita tiap hari menyantap sajian sebagai syairnya.


Hari daging disajikan dalam potongan kecil

tanpa meminta kita menyisihkan untuk orang lain.


Tak semua suka ikan. Namun tak ada hidup nikmat

Tanpa menelan duri atau menghirup amis.


Sejak bocah, Ibu mencomblangi kita dengan sayuran.

Kelak, pahitnya serupa kekasih yang enggan beranjak:

Pilihan terakhir adalah mencintai dengan tunak.


Ada pula hari kita ingin melihat ibu memasak, namun hanya ada

Tahu dan sambal sambil kita mengingat ungkapan ”zaman susah

Dulu, makan hanya berlauk sambal dan garam.”


Sebelum membaca sajak ini, kita mungkin ingat merasakan

Senyum Ibu sehangat bubur kacang hijau di pagi hari.


Kita menyantap sajian sebagai syairnya tiap hari.

Di depan wajan, Ibu memang penyair.




2019

Selasa 17 September 2019
68
4 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Aldri Fajar Muhammad

aldrifajar

Terlahir di Jakarta saat fajar 14 Desember 1994, sempat tumbuh besar di Padang, Pekanbaru, dan Depok sebelum menjadi mahasiswa aktif di salah satu kampus negeri di Bogor. Bekerja lepas sebagai pelatih...

Tuliskan tanggapanmu tentang Masak

Baca karya Aldri Fajar lainnya

PUISI

Meliangkan Malam

Kamis 15 Maret 2018
62
PUISI

Melayat

Kamis 15 Maret 2018
51

Masak

Puisi oleh Aldri Fajar Muhammad

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah