Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Aldri Fajar Muhammad

Jakarta

15

Mengikuti

8

Pengikut

Aldri Fajar Muhammad

Jakarta
Tentang Penulis

Terlahir di Jakarta saat fajar 14 Desember 1994, sempat tumbuh besar di Padang, Pekanbaru, dan Depok sebelum menjadi mahasiswa aktif di salah satu kampus negeri di Bogor. Bekerja lepas sebagai pelatih panahan dan relawan di TED Open Translation Project, sebuah kanal penerjemahan video TED.com yang berkutat pada beragam subjek mulai dari sains, desain hingga sosial kebudayaan.

Tempat,tanggal lahir

Jakarta, 14 Desember 1994

Media Sosial

Semua

(29)

Puisi

(29)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Rabu 25 September 2019

seseorang berjalan dengancelananya yang terbakar, tapitak mau lihat apinya dari mana.matanya menyerah saat tahubara berasal dari suara rakyat.ia janji akan membawa air hujan, tapitak mampu karena meleleh air mata.sayang sekali, pak. air mata tak mampumemadamkan gusar ha...

0 Penulis Terpikat
0
4
Selasa 17 September 2019

Ibu adalah penyair di depan wajan.Kita tiap hari menyantap sajian sebagai syairnya.Hari daging disajikan dalam potongan keciltanpa meminta kita menyisihkan untuk orang lain.Tak semua suka ikan. Namun tak ada hidup nikmatTanpa menelan duri atau menghirup amis...

4 Penulis Terpikat
0
68
Selasa 17 September 2019

dongeng pernah kulantun darihiasan kaca sebatang pohon danseekor babikubilang, babi itu baru sajamencuri mayat induknya darisarang gagaksepulangnya iamengubur indukdi antara akar karenaakan sangat melelahkan mengukirnisan hanya dengan sepasang kuku belah danair matapoho...

0 Penulis Terpikat
0
10
Selasa 17 September 2019

sebutir pasir ingin tenggelamjauh dari delesing bedilbedil perang.namun angin masih menderudari mendung hululedak.hujan yang hitam, yang likat,yang dentum lagi gembur.sebutir pasir melambungbersandar di paruh gagak.melihat ke dalam matanya:orang beli beras denganselongs...

1 Penulis Terpikat
0
14
Selasa 17 September 2019

Di tengah pikuk hidup yang pecut,Tak ada yang mampu bersyukur karenaKita lupa Izrail pernah menangis.Ia hanya bisa memegang daftar keruhNama-nama yang tak mau dikuburDi tengah pikuk hidup yang pecut.Memang nyawa adalah tanggungan pribadi.Bukan milik siapapun untuk disud...

1 Penulis Terpikat
0
15
Selasa 17 September 2019

anakanak tak khawatir hutannya hilang.tak ada tempat yang tak bisa bermain untuknya.bahkan arang dingin mereka sulap jadisambit dan tongkat dingin. hutannya melapanguntuk main bola dan kejarkejaran.orang dewasa tak khawatir hutannya hilang.tak ada tempat yang tak bisa b...

1 Penulis Terpikat
0
7
Jumat 30 Agustus 2019

ada yang terus bermain di kepala dan tubuhSeseorang. sebuah Mata sibuk mencaribintik hitam dan ruam gatal.dengung di telinga kerap menghilangdi sela tangan. amuknya belumjuga menepuk segaris darah.satu bintik hinggap di betisNyanangkring santai menyebat nadi, lalu, prat...

2 Penulis Terpikat
0
16
Selasa 20 Agustus 2019

rusa yang kau incar masih merumputhening mengasuh burung-burung tetap menungselagi hutan menyekap tanda agar tak mengadupanah di kanan busur, bilah genggam bersandar di tapak kirimudenyut makin mahir berlari dalam sunyitanah dingin menjalar kuda-kuda dan panas darahmume...

0 Penulis Terpikat
0
11
Selasa 13 Agustus 2019

i. kudakudadi tubuhmu, tulang punggung adalah tambang dalam pergulatan tarik-menarik antara luhurnya nyawa dan luruhnya badan. tak ada yang menang selama kau tetap berani menatap batas hayat|ajal.ii. kudakuda 2pergulatan juga bisa datang dari depan sebagai kakak tingkat...

0 Penulis Terpikat
0
37
Minggu 07 April 2019
-

Aku pernah membiarkan pintu terbuka. KulihatLampu jalan kalah terang dengan rumah, tukang rotiTak berjualan, anak-anak lupa pulang, spanduk calegMendukung golput. Mereka riuh mengajakku keluarSeperti umat yang berulah agar tak di surga sendirian.Seperti lukisan bagus, n...

0 Penulis Terpikat
0
53
Minggu 10 Maret 2019
-

Mungkin nyala perlu kujemput dari langit terbakar yang kita tatap. Lalu desing polaroid mengabulkan permintaan. Ini bukan bintang jatuh, memang.Dengan nyala itu, kau berdoa tiap malam. Semoga bukan cuma kita yang berbahagia.Suatu hari, telepon rumahmu berdering. Suara a...

4 Penulis Terpikat
0
134
Sabtu 02 Maret 2019

Aku diam dalam dentangSambil mengingat debur ombakMendempul bibir karangDentum besi memang hangatNamun hati bukan tempaanBiar saja lapuk dilembut lembabTolong, jangan memantik apapunDalam teduh pinus walau hanyaSerapah tersejuk pun.Gigilku kerap membantu Tuhan memeluk20...

0 Penulis Terpikat
0
34
Selasa 26 Februari 2019

:bahagia itu mudahAku menepi di tepi karang, dantak kulihat batas hidup|matiSenja hanya jawaban tentang terik|kelamYang kelabu hanya kumulus,yang sedih hanya semburatSemburat tempat mimpi salingtari, atau angan bertikam ria”Kenapa sedih?”Entah,adakah alasan berbahagia?...

0 Penulis Terpikat
0
63
Minggu 24 Februari 2019
-

Keinginan kian habis.Larut malam menghisab bulirYang enggan kering di kening.Di mana Tenang saatEsok tak mau dipawang? PadahalKita tak mau dijinakkan.Selalu ada simpang tempatTawar-menawar. Kalian ingin membeli,Aku enggan terjual.Pilihan tak bisa pulang.Di belantara, Ia...

0 Penulis Terpikat
0
68
Senin 17 Desember 2018
-

Tipuan paling gila adalah tak tahu siapa yang menipu. Maka, biar si Adnan renggut tombaknya: Tuh kan. itu tombak atau parang, Sultanaku? Memang, saya mabuk. Tapi belum tentu araknya dari kepala, eh kelapa. Paham? Iya, kau bingung mau manggil sayang atau cantik....

0 Penulis Terpikat
0
56
Senin 17 Desember 2018
-

ada dedaunan ranggas di halamanmu. halaman tempatmu mengantarnya ke taksi terakhir. kau enggan merangkumnya dalam tumpukan karena masih ada ingatan yang tak kau kehendaki hilang ditelan penantian: sia-sia yang tak sia-sia. biar angin melesak daun teringan. mengendapkan...

1 Penulis Terpikat
0
48
Kamis 13 Desember 2018
-

:Gilang Faisal Gunawan (1993 - 2017) wajahmu kau patok di tahun-tahun yang lewat agar debu waktu gagal mengukir garis-garis lelah dan berdiam di kenang.menyusul lainnya hingga seluruh badan ditinggal, kecuali masa muda serupa kabut.selalu gagal berdiam yang tak satu pat...

0 Penulis Terpikat
0
64
Kamis 13 Desember 2018
-

Sanggupkah aku mencarimu hanya dengan tanda alam tanpa satu rambu surga pun? 2018

0 Penulis Terpikat
0
55
Kamis 13 Desember 2018
-

di bawah remang, lesak gerimis serupa gugur lintang: terhujan harapan. ”Tuhan, bantu aku mendaras harap sebagai berkatMu” 2018

0 Penulis Terpikat
0
51
Kamis 13 Desember 2018

pelukan itu hangat. hangat disebab dingin telah menjalar dahulu sebagai desir dari jari sampai ubun hangat sebab tak ada lagi peluk yang lebih sesak, lebih erat, lebih tuntas membayar rindu yang tahunan dalam menit yang dihitung lupa dalam pertemuan yang seka...

0 Penulis Terpikat
0
67
Minggu 09 Desember 2018
-

Sela-sela gua bertasbih dengan nyalak yang perih, meneruskan endapan mulut kami yang disungkup padam. Lebih padam dari pesulap yang gagal mencurangi sekap di suatu kolam. Ada kami yang takut malam karena apa yang di balik kelam dan ada malam takut akan kami yang berbad...

0 Penulis Terpikat
0
108
Minggu 09 Desember 2018

ritmis hujan kala remang senja seperti triplet simbal dalam kelindan ajegnya degup snare didesir darah yang jeram, begitu letih kau beringsut ”di mataku, nyawa tak ke mana” crash! trakea memulai nada lenguh dalam barisan gelombang progresif: pengulangan tak...

0 Penulis Terpikat
0
52
Minggu 21 Oktober 2018

arus berdesir menghantarku padamu. tak kutolak arakan saat malam merawat gelap jalan pulangku. dupa tinggal sejumput tanpa seserahan menemanimu. maka kuletakkan sebongkah tanyaku di samping makam buatanmu.

0 Penulis Terpikat
0
34
Minggu 21 Oktober 2018

Aku ingin jadi mendung karena kamu tak neduh kala langit gemuruh dan runtuh, melebur dirimu luntur 2018

0 Penulis Terpikat
0
38
Jumat 19 Oktober 2018

-hidup jadi berarti dan keramat* Tak diperuntukkan suaka bagi mereka Peletak nyawa di ambang senja. Mereka melayang kala Siur memuput dosadosa Yang kau genggam sebagai Lusinan lontar seluruh umat: Dunia adalah tumpukan taubat Walau satusatu bergugur U...

0 Penulis Terpikat
0
51
Jumat 19 Oktober 2018

Tuhan mencipta kita bersama kata di sela antara agar pilihan tak mutlak lalu telanjur sesat di kabut angan. Jika angan dahulu bersayap, tentu sudah disayat sekian lama lantaran takut menasib diri pada ketak-lekasan Icarus menimbang kemampuan. Karena awal mula tanya...

0 Penulis Terpikat
0
48
Jumat 19 Oktober 2018

:Astrajingga Asmasubrata aku terbaring lemas disenggol kereta, sekarat di depan loko sambil mendonor darah untuk tanah saat kau bertanya kenapa: ”rindu ibu sempat kugenggam, lalu hilang tak tahu ke mana. ingin pulang, minta satu lagi.” tanpa panik kau cari di...

0 Penulis Terpikat
0
71
Kamis 15 Maret 2018

menatap kedalaman sembari dikerubungi pelayat, ayah membalas tiap tatap dari balik kafan sembari memenuhi tiap bejana duka di antaranya, kau terakhir tumpah kunjungan kala seorang yang lamur adalah yasin dalam butir ayat mengembun di ujung pucuk kamboja lalu p...

0 Penulis Terpikat
0
51
Kamis 15 Maret 2018

pelupuk masih berkubang di lelah matamu. makin pekat selagi bara kau hisap berkepul-kepul. tak masalah bagimu sengkarut marut itu. malah tenggelam dalam jerat penjebak nafas, bila perlu. ”kenapa kau sekeras itu?” kau tak menjawab. hanya menyungging senyum puas. sepua...

0 Penulis Terpikat
0
62
Aldri Fajar belum menulis satupun cerpen
Rabu 25 September 2019

seseorang berjalan dengancelananya yang terbakar, tapitak mau lihat apinya dari mana.matanya menyerah saat tahubara berasal dari suara rakyat.ia janji akan membawa air hujan, tapitak mampu karena meleleh air mata.sayang sekali, pak. air mata tak mampumemadamkan gusar ha...

0 Penulis Terpikat
0
4
Selasa 17 September 2019

Ibu adalah penyair di depan wajan.Kita tiap hari menyantap sajian sebagai syairnya.Hari daging disajikan dalam potongan keciltanpa meminta kita menyisihkan untuk orang lain.Tak semua suka ikan. Namun tak ada hidup nikmatTanpa menelan duri atau menghirup amis...

4 Penulis Terpikat
0
68
Selasa 17 September 2019

dongeng pernah kulantun darihiasan kaca sebatang pohon danseekor babikubilang, babi itu baru sajamencuri mayat induknya darisarang gagaksepulangnya iamengubur indukdi antara akar karenaakan sangat melelahkan mengukirnisan hanya dengan sepasang kuku belah danair matapoho...

0 Penulis Terpikat
0
10
Selasa 17 September 2019

sebutir pasir ingin tenggelamjauh dari delesing bedilbedil perang.namun angin masih menderudari mendung hululedak.hujan yang hitam, yang likat,yang dentum lagi gembur.sebutir pasir melambungbersandar di paruh gagak.melihat ke dalam matanya:orang beli beras denganselongs...

1 Penulis Terpikat
0
14
Selasa 17 September 2019

Di tengah pikuk hidup yang pecut,Tak ada yang mampu bersyukur karenaKita lupa Izrail pernah menangis.Ia hanya bisa memegang daftar keruhNama-nama yang tak mau dikuburDi tengah pikuk hidup yang pecut.Memang nyawa adalah tanggungan pribadi.Bukan milik siapapun untuk disud...

1 Penulis Terpikat
0
15
Selasa 17 September 2019

anakanak tak khawatir hutannya hilang.tak ada tempat yang tak bisa bermain untuknya.bahkan arang dingin mereka sulap jadisambit dan tongkat dingin. hutannya melapanguntuk main bola dan kejarkejaran.orang dewasa tak khawatir hutannya hilang.tak ada tempat yang tak bisa b...

1 Penulis Terpikat
0
7
Jumat 30 Agustus 2019

ada yang terus bermain di kepala dan tubuhSeseorang. sebuah Mata sibuk mencaribintik hitam dan ruam gatal.dengung di telinga kerap menghilangdi sela tangan. amuknya belumjuga menepuk segaris darah.satu bintik hinggap di betisNyanangkring santai menyebat nadi, lalu, prat...

2 Penulis Terpikat
0
16
Selasa 20 Agustus 2019

rusa yang kau incar masih merumputhening mengasuh burung-burung tetap menungselagi hutan menyekap tanda agar tak mengadupanah di kanan busur, bilah genggam bersandar di tapak kirimudenyut makin mahir berlari dalam sunyitanah dingin menjalar kuda-kuda dan panas darahmume...

0 Penulis Terpikat
0
11
Selasa 13 Agustus 2019

i. kudakudadi tubuhmu, tulang punggung adalah tambang dalam pergulatan tarik-menarik antara luhurnya nyawa dan luruhnya badan. tak ada yang menang selama kau tetap berani menatap batas hayat|ajal.ii. kudakuda 2pergulatan juga bisa datang dari depan sebagai kakak tingkat...

0 Penulis Terpikat
0
37
Minggu 07 April 2019
-

Aku pernah membiarkan pintu terbuka. KulihatLampu jalan kalah terang dengan rumah, tukang rotiTak berjualan, anak-anak lupa pulang, spanduk calegMendukung golput. Mereka riuh mengajakku keluarSeperti umat yang berulah agar tak di surga sendirian.Seperti lukisan bagus, n...

0 Penulis Terpikat
0
53
Minggu 10 Maret 2019
-

Mungkin nyala perlu kujemput dari langit terbakar yang kita tatap. Lalu desing polaroid mengabulkan permintaan. Ini bukan bintang jatuh, memang.Dengan nyala itu, kau berdoa tiap malam. Semoga bukan cuma kita yang berbahagia.Suatu hari, telepon rumahmu berdering. Suara a...

4 Penulis Terpikat
0
134
Sabtu 02 Maret 2019

Aku diam dalam dentangSambil mengingat debur ombakMendempul bibir karangDentum besi memang hangatNamun hati bukan tempaanBiar saja lapuk dilembut lembabTolong, jangan memantik apapunDalam teduh pinus walau hanyaSerapah tersejuk pun.Gigilku kerap membantu Tuhan memeluk20...

0 Penulis Terpikat
0
34
Selasa 26 Februari 2019

:bahagia itu mudahAku menepi di tepi karang, dantak kulihat batas hidup|matiSenja hanya jawaban tentang terik|kelamYang kelabu hanya kumulus,yang sedih hanya semburatSemburat tempat mimpi salingtari, atau angan bertikam ria”Kenapa sedih?”Entah,adakah alasan berbahagia?...

0 Penulis Terpikat
0
63
Minggu 24 Februari 2019
-

Keinginan kian habis.Larut malam menghisab bulirYang enggan kering di kening.Di mana Tenang saatEsok tak mau dipawang? PadahalKita tak mau dijinakkan.Selalu ada simpang tempatTawar-menawar. Kalian ingin membeli,Aku enggan terjual.Pilihan tak bisa pulang.Di belantara, Ia...

0 Penulis Terpikat
0
68
Senin 17 Desember 2018
-

Tipuan paling gila adalah tak tahu siapa yang menipu. Maka, biar si Adnan renggut tombaknya: Tuh kan. itu tombak atau parang, Sultanaku? Memang, saya mabuk. Tapi belum tentu araknya dari kepala, eh kelapa. Paham? Iya, kau bingung mau manggil sayang atau cantik....

0 Penulis Terpikat
0
56
Senin 17 Desember 2018
-

ada dedaunan ranggas di halamanmu. halaman tempatmu mengantarnya ke taksi terakhir. kau enggan merangkumnya dalam tumpukan karena masih ada ingatan yang tak kau kehendaki hilang ditelan penantian: sia-sia yang tak sia-sia. biar angin melesak daun teringan. mengendapkan...

1 Penulis Terpikat
0
48
Kamis 13 Desember 2018
-

:Gilang Faisal Gunawan (1993 - 2017) wajahmu kau patok di tahun-tahun yang lewat agar debu waktu gagal mengukir garis-garis lelah dan berdiam di kenang.menyusul lainnya hingga seluruh badan ditinggal, kecuali masa muda serupa kabut.selalu gagal berdiam yang tak satu pat...

0 Penulis Terpikat
0
64
Kamis 13 Desember 2018
-

Sanggupkah aku mencarimu hanya dengan tanda alam tanpa satu rambu surga pun? 2018

0 Penulis Terpikat
0
55
Kamis 13 Desember 2018
-

di bawah remang, lesak gerimis serupa gugur lintang: terhujan harapan. ”Tuhan, bantu aku mendaras harap sebagai berkatMu” 2018

0 Penulis Terpikat
0
51
Kamis 13 Desember 2018

pelukan itu hangat. hangat disebab dingin telah menjalar dahulu sebagai desir dari jari sampai ubun hangat sebab tak ada lagi peluk yang lebih sesak, lebih erat, lebih tuntas membayar rindu yang tahunan dalam menit yang dihitung lupa dalam pertemuan yang seka...

0 Penulis Terpikat
0
67
Minggu 09 Desember 2018
-

Sela-sela gua bertasbih dengan nyalak yang perih, meneruskan endapan mulut kami yang disungkup padam. Lebih padam dari pesulap yang gagal mencurangi sekap di suatu kolam. Ada kami yang takut malam karena apa yang di balik kelam dan ada malam takut akan kami yang berbad...

0 Penulis Terpikat
0
108
Minggu 09 Desember 2018

ritmis hujan kala remang senja seperti triplet simbal dalam kelindan ajegnya degup snare didesir darah yang jeram, begitu letih kau beringsut ”di mataku, nyawa tak ke mana” crash! trakea memulai nada lenguh dalam barisan gelombang progresif: pengulangan tak...

0 Penulis Terpikat
0
52
Minggu 21 Oktober 2018

arus berdesir menghantarku padamu. tak kutolak arakan saat malam merawat gelap jalan pulangku. dupa tinggal sejumput tanpa seserahan menemanimu. maka kuletakkan sebongkah tanyaku di samping makam buatanmu.

0 Penulis Terpikat
0
34
Minggu 21 Oktober 2018

Aku ingin jadi mendung karena kamu tak neduh kala langit gemuruh dan runtuh, melebur dirimu luntur 2018

0 Penulis Terpikat
0
38
Jumat 19 Oktober 2018

-hidup jadi berarti dan keramat* Tak diperuntukkan suaka bagi mereka Peletak nyawa di ambang senja. Mereka melayang kala Siur memuput dosadosa Yang kau genggam sebagai Lusinan lontar seluruh umat: Dunia adalah tumpukan taubat Walau satusatu bergugur U...

0 Penulis Terpikat
0
51
Jumat 19 Oktober 2018

Tuhan mencipta kita bersama kata di sela antara agar pilihan tak mutlak lalu telanjur sesat di kabut angan. Jika angan dahulu bersayap, tentu sudah disayat sekian lama lantaran takut menasib diri pada ketak-lekasan Icarus menimbang kemampuan. Karena awal mula tanya...

0 Penulis Terpikat
0
48
Jumat 19 Oktober 2018

:Astrajingga Asmasubrata aku terbaring lemas disenggol kereta, sekarat di depan loko sambil mendonor darah untuk tanah saat kau bertanya kenapa: ”rindu ibu sempat kugenggam, lalu hilang tak tahu ke mana. ingin pulang, minta satu lagi.” tanpa panik kau cari di...

0 Penulis Terpikat
0
71
Kamis 15 Maret 2018

menatap kedalaman sembari dikerubungi pelayat, ayah membalas tiap tatap dari balik kafan sembari memenuhi tiap bejana duka di antaranya, kau terakhir tumpah kunjungan kala seorang yang lamur adalah yasin dalam butir ayat mengembun di ujung pucuk kamboja lalu p...

0 Penulis Terpikat
0
51
Kamis 15 Maret 2018

pelupuk masih berkubang di lelah matamu. makin pekat selagi bara kau hisap berkepul-kepul. tak masalah bagimu sengkarut marut itu. malah tenggelam dalam jerat penjebak nafas, bila perlu. ”kenapa kau sekeras itu?” kau tak menjawab. hanya menyungging senyum puas. sepua...

0 Penulis Terpikat
0
62
Aldri Fajar belum menulis satupun Naskah Drama
Aldri Fajar belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Aldri Fajar