

Kerlingmu membuat aku lena
dari segelas cincau mahabersahaja
karya si tua Jayakarta
di pinggiran pelabuhan kota yang menjingga~~
Lesung pipimu, mulus dengkulmu:~
membungkus rima mangkus yang paling tulus~
yang kusediakan bagi seseorang sepertimu
yang masuk dalam hitungan rumusku~~
Makin dekat mau menghampiri,~
maka makin lupa cincau yang kugenggami
menguap dihisap matahari~~
Kian erat kau mendekat,~
maka kian sesat aku mengingat
betapa tenggorakanmu asat dan penat~~
Maka sangat rapat dikau memilih tempat
dan kesadaranku seketika tamat~~
Ketika senja kehilangan usia
dan purnama menyapa,~
kau mulai bicara untuk kali pertama:~~~
Besok kepada siapa lagi yang akan kau mendua?~~~
Aku terdiam dan melihat tubuhku penuh borok
menyudut dan tersudut takut-takut di pojok~
Ada belenggu mengganggu kaki-kakiku yang rongsok~~
Goblok!~~ Kau pun pergi dengan senyuman penuh olok
Cilegon, 06 September 2020
*Judul terinspirasi dari Sang Penggoda, dipopulerkan Tata Janeeta & Maya Estianty

