
Langkah-langkahku selalu bisu di ujung sapamu Simpul sempil senyummu seperti sebatang paku yang kau palu tepat di bibir nakalku; membungkus bisu semua kata bijak...
Kakiku tenggelam di kolam air matamu yang dalam Kuduk-kuduk ibu jari terbenam; kuku-kuku kakiku kaku dan perlahan membeku Mati-matian kutebasi dedaunan dan kusumpal di...
Langitku dan langitmu sama Tak lagi biru. Tak lagi rindu Merah, ya merah. Sekujur tubuh langit kita merah Merah semerah-merahnya Pantaimu dan pantaiku sama ...
Puisi pertamaku tentang keluargaku Bait pertamanya adalah perihal ayahku yang pecah di sungut jalanan dan cemberut di tumpukan pekerjaan Hari itu aku merekam ayahku se...
Begitu hangat Kau sambut hatiku yang sumbat di detik-detik penghabisan segala sambit; di detik-detik pemungkasan segala simbat Ya, begitu lekat Kau sambut a...
Batu di hati menjelma sepi sunyi di rintik pagi Kolam salimmu, ia berdendang membisu, di gala silamku Putik mawarmu harum tulus padak...
'Katanya cinta itu ada, lantas dimana dia?' Demikian engkau bercanda sambil bertanya di balik beku kejomloan yang kauderita Cilegon, 07 S...
Aku menerka-nerka pada semesta mana citra wajahmu yang mesra bersembunyi dan mencuri mata Garis langit. Bintang sipit Tak ada teropong bintang yang mampu dan ter...
Orang-orang purba, yang konon nenek moyang kita, begitu cinta kepada kita Mereka, dengan kecerdasan jiwanya, sudah menyediakan nasihat suci mereka bagi kita yang serin...
/1/ Kata-kataku dalam kepala sudah gelisah Gemuruh ombak pesisir utaramu tak muat pada spasi yang kusediakan di sana Lambaian layar-layar jukung dan burung-burung bers...