oranment
play icon
Puisi Pertama
Puisi
Kutipan Puisi Puisi Pertama
Karya arasandisetya
Baca selengkapnya di Penakota.id

Puisi pertamaku tentang keluargaku

Bait pertamanya adalah perihal ayahku

yang pecah di sungut jalanan

dan cemberut di tumpukan pekerjaan

Hari itu aku merekam ayahku

seperti matahari

yang dilecehkan mata Hari

yang melecehkan mata hati kami


Puisi pertamaku ganti bait

lalu aku culik ibuku yang irit

sebagai lakon dalam episode yang pahit

Bagaimana ia terjaga saat kami terlena

dan bagaimana ia terlena saat kami melupa

ia pun diberi tempat;

dicatat sejarah sebagai bukan apa-apa

karena demikian harusnya


Lalu ganti alinea,

kutemukan adikku

yang saat itu hobi melucu

sedang tergugu di balik pintu

Kenapa? tanyaku

Kakiku dicuri Waktu, tangisnya pilu

Lalu aku kejar waktu

dan kurebut jari-jari kaki adikku

Saat aku kembali

sudah kutemukan dia menjadi permaisuri

dari seorang lelaki yang lebih baik dari kami

Mimpi, perkenalan dari adik iparku itu. Ramah sekali


Malam gemah dan kelamku ripah

Aku, ayahku, ibuku

lalu adikku semeja makan dan membisu

Adik iparku entah kemana

Katanya masih sibuk bekerja

Maklum, makelar pintu surga

Tak apa

Kami masih semeja

dan kami begitu betah tak bersuara

Bahkan hingga ceceran nasiku menjadi kata

dan mereka antri menjelma bait-bait sajakku

Setelah makan malam bubar,

kudengar ayah, ibu, dan adikku tertawa lebar

Mereka memandang diriku

di layar tivi yang lebar

membacakan sajakku

seratus ribu tahun setelah kepergianku:


ke palagan jemu


Cilegon, 07 September 2020

calendar
07 Sep 2020 19:38
view
89
wisataliterasi
Grand Cilegon Residence, Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Indonesia
idle liked
2 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig