

Orang-orang purba,
yang konon nenek moyang kita,
begitu cinta kepada kita
Mereka, dengan kecerdasan jiwanya,
sudah menyediakan nasihat suci mereka
bagi kita yang seringkali merasa renta
di zaman yang serba fana
Mereka bilang, 'Entia non sunt multiplicanda praeter necessitatem'
Katanya, 'Janganlah dusun* (dan) rajinlah bercanda agar hater menjelma kalem'
Mereka bilang, 'Audi et alteram partem'
Bilangnya, 'Berhenti dendam dan (biarkan hatimu) adem'
Lantas kita seringkali berdebat
tentang sakit yang mencuat
dan pedih yang membebat
Gara-gara cuitan fasad sesaat
Orang-orang baheula,
yang sering kita pikir kolot dan kuna,
begitu mengasihi kita
yang dirajang pilu; terpaku dalam terungku waktu
Yang mematung di angka Suka dan Subscribe;
terlena jasad yang tahu-tahu sirna dan tahu-tahu gaib:
raib umur kita, raib cinta kita,
raib cerita yang harusnya kita punya
Meniscaya setelahnya. Kita mulai putus asa
dan menjelma murka di laman beranda
Orang-orang jadul leluhur kita,
entah Pithecanthropus atau Dinosaurus
yang konon menelurkan generasi sambat seperti kita,
sudah mewanti-wanti dalam sastra dan puisi lama
Jika ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi
Jika ada umur panjang, janganlah pernah mencari mati
Ada lagi:
Jalan-jalan ke ujung udik, pakai baju batik si Royan
Jangan angan dibilang terdidik, jika dikritik saja pingsan
Nah, nah!
Dengar saja! Baru saja kutulis kau mulai berskandal lagi
Nah, nah!
Lihat saja! Aku menulis begini saja kau tak suka. Payah!
Kini,
untuk apa kautanya simbah Gogol di laman pencarian yang bongol**
dengan kata kunci 'resep awet muda di dunia maya'?
Hei! Bukankah Centini sudah ada di rak perpustakaan kota?
Bacalah!
Siapa tahu kau menjelma teruna
dan kembali bergairah
untuk kembali ke dunia nyata
Cilegon, 07 September 2020
*)Dikenal dalam beberapa istilah antara duson di kalangan masyarakat Madura yang berarti "marah" atau "ambek" atau digunakan untuk menstigma orang yang kurang paham etika. Sementara di kalangan masyarakat Sunda disebut dusun yang melekat pada arti "kurang sopan" atau "kurang santun."
**)Jawa: Bodoh, pandir, dungu

