oranment
play icon
Resep Awet Muda (Di Dunia Maya)
Puisi
Kutipan Puisi Resep Awet Muda (Di Dunia Maya)
Karya arasandisetya
Baca selengkapnya di Penakota.id

Orang-orang purba,

yang konon nenek moyang kita,

begitu cinta kepada kita

Mereka, dengan kecerdasan jiwanya,

sudah menyediakan nasihat suci mereka

bagi kita yang seringkali merasa renta

di zaman yang serba fana

Mereka bilang, 'Entia non sunt multiplicanda praeter necessitatem'

Katanya, 'Janganlah dusun* (dan) rajinlah bercanda agar hater menjelma kalem'

Mereka bilang, 'Audi et alteram partem'

Bilangnya, 'Berhenti dendam dan (biarkan hatimu) adem'

Lantas kita seringkali berdebat

tentang sakit yang mencuat

dan pedih yang membebat

Gara-gara cuitan fasad sesaat


Orang-orang baheula,

yang sering kita pikir kolot dan kuna,

begitu mengasihi kita

yang dirajang pilu; terpaku dalam terungku waktu

Yang mematung di angka Suka dan Subscribe;

terlena jasad yang tahu-tahu sirna dan tahu-tahu gaib:

raib umur kita, raib cinta kita,

raib cerita yang harusnya kita punya

Meniscaya setelahnya. Kita mulai putus asa

dan menjelma murka di laman beranda


Orang-orang jadul leluhur kita,

entah Pithecanthropus atau Dinosaurus

yang konon menelurkan generasi sambat seperti kita,

sudah mewanti-wanti dalam sastra dan puisi lama

Jika ada sumur di ladang, boleh kita menumpang mandi

Jika ada umur panjang, janganlah pernah mencari mati

Ada lagi:

Jalan-jalan ke ujung udik, pakai baju batik si Royan

Jangan angan dibilang terdidik, jika dikritik saja pingsan

Nah, nah!

Dengar saja! Baru saja kutulis kau mulai berskandal lagi

Nah, nah!

Lihat saja! Aku menulis begini saja kau tak suka. Payah!


Kini,

untuk apa kautanya simbah Gogol di laman pencarian yang bongol**

dengan kata kunci 'resep awet muda di dunia maya'?

Hei! Bukankah Centini sudah ada di rak perpustakaan kota?

Bacalah!

Siapa tahu kau menjelma teruna

dan kembali bergairah

untuk kembali ke dunia nyata


Cilegon, 07 September 2020


*)Dikenal dalam beberapa istilah antara duson di kalangan masyarakat Madura yang berarti "marah" atau "ambek" atau digunakan untuk menstigma orang yang kurang paham etika. Sementara di kalangan masyarakat Sunda disebut dusun yang melekat pada arti "kurang sopan" atau "kurang santun."

**)Jawa: Bodoh, pandir, dungu

calendar
07 Sep 2020 18:16
view
150
wisataliterasi
Grand Cilegon Residence, Cibeber, Kota Cilegon, Banten, Indonesia
idle liked
1 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig