

Aku menerka-nerka
pada semesta mana
citra wajahmu yang mesra
bersembunyi dan mencuri mata
Garis langit. Bintang sipit
Tak ada teropong bintang
yang mampu dan terang
menunjuki keberadaanmu
selain dalam angan-anganku
dan igauan sunyiku
Maka aku kerahkan rinduku
dan jadilah lacur kenaifanku
Seratus ribu aku gentayangan meramal dirimu
Seratus ribu aku gelandangan merapal namamu
Seratus ribu seperti aku beku, bisu;
kelu di kaki-kaki kaku jarakmu
Mengapa kau tak sahuti panggilanku?
Cilegon, 07 September 2020

