

/1/
Kata-kataku dalam kepala sudah gelisah
Gemuruh ombak pesisir utaramu
tak muat pada spasi yang kusediakan di sana
Lambaian layar-layar jukung
dan burung-burung bersenandung:
Kapan lekas kau kemari berkunjung?
tanya dirimu sambung-menyambung
Sesuatu yang tak bisa kujawab selain ambung
/2/
Diksi-diksi dalam hati demikian geliat
Semburat gelombang pantai selatanmu
tak sempat hinggap dengan nikmat di jeda yang kubuat
Bebatuan karang dan daun pandan;
halus pasir yang kurindukan:
Bilakah gegas kau hadir lagi, Sayang?
tanyamu lagi sedari belasan musim semi
Sesuatu yang tak mungkin kutanggapi selain kecup pipi
/3/
Puisi-puisiku rebah begitu tabah di tepian huma
Ini aku. Ini tubuhku
Irislah hingga habis sungguh ini rindumu
Tumislah hingga langis lepuh ini tunggumu
Aku mengusap tubuh rikuh puisi-puisiku
di antara sayup bayu persawahan Bataan, kampung peraduanku
Di antara remang membayangkan kehadiranmu
Cilegon, 06 September 2020
*Terinspirasi dari North & South, dibawakan Daniel Caine Orchestra dalam 100 Greatest TV Themes (2002).

