oranment
play icon
Pemuda Mataram
Puisi
Kutipan Puisi Pemuda Mataram
Karya barelyalive
Baca selengkapnya di Penakota.id

Ia menyeretku ke bukit,

menyalakan api di dada ilalang.

Kami tertawa, seolah langit hanya milik dua orang.


Di laut ia berteriak:

“Gelombang adalah kutukan paling indah!”

dan aku percaya, sebab tubuhnya sendiri

adalah badai yang mengguncang.


Pantai, sungai, danau, gunung—

semuanya ia lempar ke wajahku,

seperti mantra,

seperti luka yang terlalu nikmat untuk ditolak.


Mataram menjelma arena,

dan aku tak lagi tahu

mana kota, mana tubuhnya,

mana peta, mana hatinya.


Aku cuma tahu:

di matanya, Lombok terbakar—

dan aku rela hangus bersamanya.

calendar
22 Aug 2025 04:40
view
14
idle liked
0 menyukai karya ini
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig