Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya

Cahya R. Gusti

10

Mengikuti

16

Pengikut

Cahya R. Gusti

Tentang Penulis

antek waljinah

Tempat,tanggal lahir

- -

Media Sosial

Semua

(10)

Puisi

(10)

Cerpen

(0)

Naskah Drama

(0)

Resensi

(0)
Selasa 16 Juni 2020

di dalam sangkar ini nasib kian sunyi saja bagai perkutut yang murung suara-suara itu memang masih samar terdengar meski kita memilih diam dalam riuh berita semalam jika tak ada lagi jabat apakah semua masih akan baik-baik saja tanpa lingk...

6 Penulis Terpikat
0
77
Selasa 15 Mei 2018
-

1. jalan menuju firdaus kian padat merayap dari jauh, dari sebuah pintu yang sepi ada sesuatu yang lirih memanggil sesuatu yang seolah membilang bahwa di pintu itu jalannya begitu lengang, jalan dimana semua bisa senang 2. "apakah dari pintu ini, bisa me...

2 Penulis Terpikat
0
103
Kamis 19 April 2018
-

- Adhi Reksa 1 ia sangat mencintai cambang. katanya mencintai cambang seperti merawat ingatan; semakin layak kenang, semakin ia memanjang sungguh ia juga sangat beruntung pada suatu cinta kekasihnya berujar "aku mencintaimu apa cambangnya." mereka pun kawin, beranak...

0 Penulis Terpikat
0
120
Jumat 16 Maret 2018
-

: Yolanda kecupan-kecupan lampau itu kini malih jadi kutukan seperti rahasia idaman yang tak bisa diganti dan harus dipecahkan! selain usia yang kian menagih, memang ada hutang dari dadamu yang genap kepada takdirku yang ganjil dan semenjak tubuhmu k...

1 Penulis Terpikat
0
184
Jumat 09 Maret 2018
-

Kali ini kau lewati saja jalan yang curam itu yang berliku, berbatu dan berbahaya. Bukan Aku tak mau kau duduk sembahyang di hari minggu, sebab barangkali di punggungKu Yang lain, kau bisa lepas bernyanyi sembari memanggul sesuatu untuk melepas sesuatu...

0 Penulis Terpikat
0
63
Kamis 08 Maret 2018
-

1. sesaat sebelum buah pepaya curian itu dipotong menjadi beberapa bagian untuk dirujak dan disantap sore bersama "cukup! pepaya, rujak, sakit perut. sakit perut!" - kilahnya menolak dan ia pergi merayakan senja seorang diri. 2. bukan mengap...

1 Penulis Terpikat
0
88
Kamis 08 Maret 2018
-

kau selalu mencuri-curi pandang jika hujan tiba tengok kanan, tengok kiri dan bergegas keluar bermain bersama anak-anak hujan beserta segala kesedihannya sembari tetap waspada jika sewaktu-waktu Pak Tua itu muncul dan memukul kau dengan sebilah payung...

0 Penulis Terpikat
0
174
Kamis 08 Maret 2018
-

Dan tawa pun pecah! sewaktu aku yang bocah gagal menahan laju desir angin dari balik kibaran sarung di sela dzikir-dzikir tasbih Dipersilakan aku kembali wudu oleh Kyai dan ditertawainya aku yang tak henti-henti oleh sesama santri : kurangajar! Namun kini da...

0 Penulis Terpikat
0
69
Kamis 08 Maret 2018
-

kepalaku hanya itu-itu saja tak ada ornamen-ornamen indah di dalamnya. cuma ada pintu, jendela dan beranda. tempat mengingat, menghirup, lalu mengeja atap-atapnya penuh lubang seolah ia siap dan sedia menerima segala yang dimuntahkan langit entah itu hujan...

0 Penulis Terpikat
0
86
Kamis 08 Maret 2018
-

Cara mencintaimu yang paling aduh: kian nasib lalu lalang dalam tubuhku yang malang kian aku kau sayang Di hadapan kemacetan panjang yang entah mengapa sebabnya aku teringat kau di pengujung pamitan pada suatu pernah "Aku kan menjelma mimpi burukmu: menci...

0 Penulis Terpikat
0
96
Cahya belum menulis satupun cerpen
Selasa 16 Juni 2020

di dalam sangkar ini nasib kian sunyi saja bagai perkutut yang murung suara-suara itu memang masih samar terdengar meski kita memilih diam dalam riuh berita semalam jika tak ada lagi jabat apakah semua masih akan baik-baik saja tanpa lingk...

6 Penulis Terpikat
0
77
Selasa 15 Mei 2018
-

1. jalan menuju firdaus kian padat merayap dari jauh, dari sebuah pintu yang sepi ada sesuatu yang lirih memanggil sesuatu yang seolah membilang bahwa di pintu itu jalannya begitu lengang, jalan dimana semua bisa senang 2. "apakah dari pintu ini, bisa me...

2 Penulis Terpikat
0
103
Kamis 19 April 2018
-

- Adhi Reksa 1 ia sangat mencintai cambang. katanya mencintai cambang seperti merawat ingatan; semakin layak kenang, semakin ia memanjang sungguh ia juga sangat beruntung pada suatu cinta kekasihnya berujar "aku mencintaimu apa cambangnya." mereka pun kawin, beranak...

0 Penulis Terpikat
0
120
Jumat 16 Maret 2018
-

: Yolanda kecupan-kecupan lampau itu kini malih jadi kutukan seperti rahasia idaman yang tak bisa diganti dan harus dipecahkan! selain usia yang kian menagih, memang ada hutang dari dadamu yang genap kepada takdirku yang ganjil dan semenjak tubuhmu k...

1 Penulis Terpikat
0
184
Jumat 09 Maret 2018
-

Kali ini kau lewati saja jalan yang curam itu yang berliku, berbatu dan berbahaya. Bukan Aku tak mau kau duduk sembahyang di hari minggu, sebab barangkali di punggungKu Yang lain, kau bisa lepas bernyanyi sembari memanggul sesuatu untuk melepas sesuatu...

0 Penulis Terpikat
0
63
Kamis 08 Maret 2018
-

1. sesaat sebelum buah pepaya curian itu dipotong menjadi beberapa bagian untuk dirujak dan disantap sore bersama "cukup! pepaya, rujak, sakit perut. sakit perut!" - kilahnya menolak dan ia pergi merayakan senja seorang diri. 2. bukan mengap...

1 Penulis Terpikat
0
88
Kamis 08 Maret 2018
-

kau selalu mencuri-curi pandang jika hujan tiba tengok kanan, tengok kiri dan bergegas keluar bermain bersama anak-anak hujan beserta segala kesedihannya sembari tetap waspada jika sewaktu-waktu Pak Tua itu muncul dan memukul kau dengan sebilah payung...

0 Penulis Terpikat
0
174
Kamis 08 Maret 2018
-

Dan tawa pun pecah! sewaktu aku yang bocah gagal menahan laju desir angin dari balik kibaran sarung di sela dzikir-dzikir tasbih Dipersilakan aku kembali wudu oleh Kyai dan ditertawainya aku yang tak henti-henti oleh sesama santri : kurangajar! Namun kini da...

0 Penulis Terpikat
0
69
Kamis 08 Maret 2018
-

kepalaku hanya itu-itu saja tak ada ornamen-ornamen indah di dalamnya. cuma ada pintu, jendela dan beranda. tempat mengingat, menghirup, lalu mengeja atap-atapnya penuh lubang seolah ia siap dan sedia menerima segala yang dimuntahkan langit entah itu hujan...

0 Penulis Terpikat
0
86
Kamis 08 Maret 2018
-

Cara mencintaimu yang paling aduh: kian nasib lalu lalang dalam tubuhku yang malang kian aku kau sayang Di hadapan kemacetan panjang yang entah mengapa sebabnya aku teringat kau di pengujung pamitan pada suatu pernah "Aku kan menjelma mimpi burukmu: menci...

0 Penulis Terpikat
0
96
Cahya belum menulis satupun Naskah Drama
Cahya belum menulis satupun Resensi

Bagikan Profil

Pilih salah satu pilihan dibawah

Cahya