

saat itu aku, masih tentang rindu
senja itu kamu, begitu sendu
seutas senyum darimu
buat sempurna, kopi pahitku
empat puluh atau lima puluh menit
menitip kenangan manis untukku
rinduku makin menebal
kopiku mulai dingin
matamu bicara, mengatakan bahasa yang hanya kita pahami
kujaga cinta ini dengan hati-hati
betapa kau, secangkir puisi darimu
candu
betapa memabukkan kafein dan kau
selanjutnya kita pemilik samudera luas rahasia
kudayung mata ini, menuju matamu
hingga, melumut di laut pikiranmu

