Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Belajar Hidup Dari Ampas Kopi

Oleh evilgenius
Malam ini tak beda dengan malam sebelumnya. Masih setia dengan kelam, atau gerlap purba para bintang. Masih lesu, masih beku dengan sepinya.

Dan selama lelah ini masih bisa ‘ku abaikan. Selama itulah nada-nada brutal hasil kondensasi sebalku siang tadi kutulis. Kuatur sebaik mungkin. Hanya untuk membuat orang lain mengerti. Hidup ini apa?

Aku juga kadang masih susah menyadari “apa ini?” ketika suatu fragmen yang membuatku senang kemarin, tiba-tiba tadi menebas aku dengan ganas. Meninggalkan bisul. Dan akhirnya aku asal-asalan mengartikan hidup: “HIDUP ADALAH UNTUK BERMAIN DENGAN LUKA”.

Pun begitu, ketika aku menemukan puing kegilaan menyuruhku terbahak anarkis, seakan tak ada bisul yang harus aku obati, lalu dengan serampangan aku menyimpulkan: “JANGAN SIAKAN HIDUP DENGAN AIRMATA, SELAGI ADA TAWA, GILA-LAH!!!” HAHAHA…

Hmmmmh…. Absurd…

Hahaha…

Artian hidup tak perlu dipikir untuk menemukan kesimpulan yang nyempil diantara luka.

Hidup tak perlu dikatakan untuk suaranya, dan tak perlu dipikir untuk merasakan luka-tawanya…

Seperti kopi ini. Ia tetap nikmat diteguk, meski hitam, pahit dan kadang membuat kepala pening. Hidup tetap bisa dinikmati, meski perih, meski perih…

Mari bersulang…

Bahhh!!! setengah gelas kopi hitam ini, ternyata ampas. Hahaha

Kota Mati, 2011
Rabu 13 Juni 2018
32
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Lai Karomah

evilgenius

Just another screwed up human being

Tuliskan tanggapanmu tentang Belajar Hidup Dari Ampas Kopi

Baca karya Lai lainnya

PUISI

HI!

Senin 11 Juni 2018
-
21
PUISI

Membekukan Waktu

Rabu 12 September 2018
-
18

Belajar Hidup Dari Ampas Kopi

Puisi oleh Lai Karomah

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah