Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Tuhan, Aku Tidak Terbiasa Membunuh

Oleh fadlilahnida
Apakah perasaanku kepadanya adalah sebuah anugerah atau hal yang salah?
.
Bagaimana dikatakan anugerah jika rasa yang ada hanya menyiksa dan menyita? Menyiksa ketaatan kepada-Mu, menyita waktu dan kesempatan untuk-Mu. Bagaimana bisa dikata anugerah jika hari-hari hanya terisi oleh siluet dirinya.

Hingga, tersadarlah aku oleh teguran seseorang, “Tidak semua orang yang kau cintai adalah baik, tidak semua kuncup bisa mekar dan mewangi. Kau harus mencintai dengan benar. Bukan hanya memandang kelebihannya saja karena suatu hari bisa saja ada hal yang mengecewakan.” Ya, benar. Mungkin saat ini diriku masih terjebak dalam perasaan.
.
Tuhan, aku minta maaf jika selama beberapa minggu ini aku salah. Tuhan, aku minta maaf jika mencintainya yang menurutku anugerah itu ternyata menyiksa dan menyita diriku sendiri. Tuhan, aku tidak terbiasa membunuh, ~sekalipun membunuh rasa. ~Tolong bantu aku untuk menemukan cinta yang tepat.
.


[Naya]
Sabtu 28 April 2018
28
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Nida Fadlilah Arief

fadlilahnida

"Jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku."

Tuliskan tanggapanmu tentang Tuhan, Aku Tidak Terbiasa Membunuh

Baca karya Nida lainnya

PUISI

Bicara Waktu

Minggu 04 Maret 2018
77
PUISI

Tentang Hati

Selasa 06 Maret 2018
77
PUISI

Aku dan Kesempatan

Senin 12 Maret 2018
52

Tuhan, Aku Tidak Terbiasa Membunuh

Cerpen oleh Nida Fadlilah Arief

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah