Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Main-Main

Oleh fadlilahnida
Hidup kita di dunia hakikatnya adalah menurunkan nama-nama Tuhan dan apa yang Tuhan perintah dalam kehidupan sehari-hari.

Begitupun kisah tentang dia dan dirinya, yang mengungkap bahwa hidup dan fase hidup tidak boleh dijadikan ajang 'main-main'.

___

Ya, Tuhan berfirman kalau Ia tidak bermain-main mencipta semua makhluk-Nya. Ada hikmah, ada maksud, ada tujuan di balik semuanya.

Pun, saat dia meneguhkan hati dengan dirinya. Dia tidak main-main, sungguh! Dia ingin meraih cinta Tuhan lewat ibadah sepanjang masa dengan dirinya. Ya, itu benar, sungguh-sungguh muncul dari dalam diri dia, namun dirinya dihasut tak percaya yang terpendam.

Dia sudah memantapkan hati untuk menyempurnakan ikhtiar. Dia sudah ambil tindakan yang membuktikan bahwa dia tidak bermain-main dalam proses. Hanya saja, dia memilih untuk diam dan menunggu hingga tiba suatu masa dia bertemu dengan dirinya dalam keadaan membawa hasil usaha terbaik masing-masing.

Sayang, sungguh sayang! Keseriusan dia disambut dirinya dengan main-main perasaan. Dia merasa ada usaha yang tak seimbang. Wajar, jika dia merasa dikhianati dirinya.

"Aku tidak menganggap bahwa proses ini main-main. Sungguh! Aku telah ambil banyak keputusan, dengan tujuan agar kelak kita bertemu sambil mengabarkan usaha yang telah sama-sama kita lakukan, meski kita memilih untuk sejenak diam. Sungguh, aku kira dirimu melakukan hal yang sama, namun tidak. Sekali lagi, tolonglah paham, ini bukan main-main..." dia merintih.
Minggu 29 April 2018
42
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Nida Fadlilah Arief

fadlilahnida

"Jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku."

Tuliskan tanggapanmu tentang Main-Main

Baca karya Nida lainnya

PUISI

Bicara Waktu

Minggu 04 Maret 2018
77
PUISI

Tentang Hati

Selasa 06 Maret 2018
77
PUISI

Aku dan Kesempatan

Senin 12 Maret 2018
52

Main-Main

Cerpen oleh Nida Fadlilah Arief

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah