Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Memutus Rasa

Oleh fadlilahnida
Seperti saat kamu bercengkrama, lalu mengurai janji yang menelaga. Awalnya aku takut bahwa caramu bagai air beriak tanda tak dalam. Yang hanya bual saja.

Berhari-hari menjadi dilema. Seolah jam dinding sengaja menjadikan jarumnya menjadi lidi karet. Pelan-pelan sekali aku memercaya. Perlahan aku tertatih hanya untuk sampai pada sebuah keputusan.

Tanyaku pun sirna dengan segala macam pembelaan. Hingga suatu saat aku sampai pada ujung pemikiran, "Apakah aku terlalu pemilih?"

Aku putuskan untuk menyambung rasa, meski dahulunya tidak pernah ada.

Satu demi satu helai perasaan dipilin menjadi panjang. Diwarnai dengan segala harapan. Dijahit menjadi sebuah baju kepercayaan.

Lalu suatu saat ada angin dari jiwamu yang menerbangkan bajuku. Kucari tak menuai temu. Dirimu lalu bisu, berpura-pura tak pernah tahu arti sebuah rindu yang pernah diperjuangkan dahulu.

Dirimu menolak untuk percaya bahwa aku berada pada kondisi yang dulu kau mau. Waktu berubah lagi, menjadikan jarum jam sebagai pedang kenangan. Yang dengan santai bisa membantai apapun perasaan yang pernah tumbuh.

Dan sekarang...

Aku tergugu dalam bisu
Jumat 03 Agustus 2018
51
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Nida Fadlilah Arief

fadlilahnida

"Jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku."

Tuliskan tanggapanmu tentang Memutus Rasa

Baca karya Nida lainnya

PUISI

Bicara Waktu

Minggu 04 Maret 2018
77
PUISI

Tentang Hati

Selasa 06 Maret 2018
77
PUISI

Aku dan Kesempatan

Senin 12 Maret 2018
52

Memutus Rasa

Puisi oleh Nida Fadlilah Arief

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah