Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Kopi dan Perasaan

Oleh fadlilahnida
Sejenak dirimu mungkin harus menaruh perasaan di dalam cangkir kopi. Tumpahkan air panas pelan-pelan. Biarkan asapnya mengepul begumul-gumul hingga ke udara. Kemudian kamu terpejam. Bayangkan bahwa perasaanmu ikut terbang bersama asapnya. Aromanya tercium. Tapi beberapa menit kemudian, aroma itu hilang tersaput angin.

Seruputlah air kopinya sampai habis. Tidak ada dedak karena yang kauseduh adalah bubuk tanpa ampas. Anggaplah wajar jika menyisakan pahit di lidah. Lama-lama semakin kamu menelan lebih banyak saliva, pahit pun hilang.

Segala hal butuh waktu dan proses.

Sama seperti beranjak dari kenangan pahit yang menyiksa.

Anggaplah rutinitas minum kopimu itu menjadi penggugur atas rasa yang tak ingin kamu kenang.
Minggu 02 Desember 2018
67
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Nida Fadlilah Arief

fadlilahnida

"Jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku."

Tuliskan tanggapanmu tentang Kopi dan Perasaan

Baca karya Nida lainnya

PUISI

Bicara Waktu

Minggu 04 Maret 2018
108
PUISI

Tentang Hati

Selasa 06 Maret 2018
109
PUISI

Aku dan Kesempatan

Senin 12 Maret 2018
88

Kopi dan Perasaan

Puisi oleh Nida Fadlilah Arief

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah