Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
PUISI

Mengenang Bumi Sriwijaya

Oleh fadlilahnida

Setahun lalu, gunung terjal dan jurang curam tak lagi tampak di pelupuk mata. Disulapnya menjadi dataran tanah merah, sungai tak beriak, serta hamparan rawa luas tak bertiang.


Tanah Priangan yang dahulu menjadi rumah, telah ditinggalkan. Ada misi relawan yang diemban. Tak lama, hanya untuk dua belas purnama.


Yang hadir setelahnya adalah Bumi Sriwijaya beserta segala yang khas darinya. Pempek dan cuko, Sungai Musi dan Jembatan Ampera, Tanjung Senai dan para kerbau, bau balam dan debu jalan, serta banyak lagi yang ditemui. Kondisi bertolak belakang dari Tanah Priangan yang berombak dengan gunung tinggi.


Di sana, Sungai Musi tak pernah surut. Rawa-rawa menjadi sumber hidup. Ikan sungai, gabus, baung, dan belida menjadi santapan umum.


Di sepetak daerah negeri ini, sungai panjang membelah dari hulu ke hilir. Menjadi jantung hidup para penduduk yang mengail rezeki di tiap tepi.

Selasa 03 September 2019
42
0 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Nida Fadlilah Arief

fadlilahnida

"Jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku."

Tuliskan tanggapanmu tentang Mengenang Bumi Sriwijaya

Baca karya Nida lainnya

PUISI

Bicara Waktu

Minggu 04 Maret 2018
77
PUISI

Tentang Hati

Selasa 06 Maret 2018
77
PUISI

Aku dan Kesempatan

Senin 12 Maret 2018
52

Mengenang Bumi Sriwijaya

Puisi oleh Nida Fadlilah Arief

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah