Camilan
Rak Pen...
Wisata
Jendela
Lainnya
CERPEN

Tukar Jiwa

Oleh fadlilahnida

"Coba sehari saja, satu hari saja, kau jadi diriku. Kau akan mengerti bagaimana aku melihatmu, mengagumimu, dan menyayangimu dari sudut pandangku."


###


Sebuah kota yang ramai, pertengahan bulan April tahun ketiga kita saling mengenal.


Kau masih ingat saat air danau tiba-tiba berhenti beriak? Suatu saat ketika kita berdua menatap senja yang jingga, lalu kemudian bertukar cerita. Burung-burung hinggap, ingin ikut serta.


Sebagian banyak manusia di dunia berpura-pura, tapi kamu tidak. Aku dapat membacanya dari binarmu saat kau bilang bahwa hatimu tidak sedang baik-baik saja. Lantas, itulah tujuan utamamu datang, untuk berbicara sepatah kata yang melegakanmu dan menenangkan perasaanmu.


"Kalau boleh, izinkan aku ... "


Aku sudah berdebar saja mendengar suara bass-mu yang merdu itu. Aku paham, sekaligus tak kuasa menuliskan kalimat lengkapmu. Hanya di saat itulah senja berubah menjadi cerah. Seperti berbalik menuju pagi yang menyongsong siang dengan penuh ceria. Kita berjalan searah, sepakat melangkah, melempar sauh, menegakkan tenda bahtera.


Perjalanan sebulan, kapal kita tak temaram. Bahkan aku pernah berbisik, begitu muluskah jalan kita? Aku ingin badai.


Langit tampaknya terketuk meskipun oleh sebuah canda. Andai saja aku dapat menarik lagi kata, aku tak ingin badai yang begini! Terlalu besar untuk menjadikanku serpih debu yang mudah ditiup ke dalam samudra.


Aku tidak khawatir denganmu. Hanya saja kau yang terlalu cemas. Bagaimana mungkin rasa gusar berubah jadi badai dalam seketika, diseduh oleh sang perempuan dari lampau. Tak ambil pusing, kau minum ramuannya. Pandanganmu buram. Dirimu salah paham.


"Coba sehari saja, satu hari saja, kau jadi diriku. Kau akan mengerti bagaimana aku melihatmu, mengagumimu, dan menyayangimu dari sudut pandangku," kataku, tapi tak sempat tersampai. 


Kamu lebih dulu menaruh jangkar, pergi ke tepian dan enggan lagi bersamaan.


Aku memang salah karena terlalu percaya bahwa kamu hanya akan menaruh janji pada satu hati. Ternyata tidak. Ada yang lain, yang lebih percaya untuk menerimamu dalam raga yang sekarang.


Andai saja kamu tahu bahwa sudut pandangku tak demikian, kamu pasti paham dan kembali. Namun sia-sia, kamu lebih dahulu menyelesaikan cerita. Lantas aku, hanya berharap kita bertukar jiwa.


###


[Terima kasih Tukar Jiwa-nya Tulus]

Minggu 24 November 2019
40
1 Penulis Terpikat
Ditulis oleh

Nida Fadlilah Arief

fadlilahnida

"Jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku."

Tuliskan tanggapanmu tentang Tukar Jiwa

Baca karya Nida lainnya

PUISI

Bicara Waktu

Minggu 04 Maret 2018
77
PUISI

Tentang Hati

Selasa 06 Maret 2018
77
PUISI

Aku dan Kesempatan

Senin 12 Maret 2018
52

Tukar Jiwa

Cerpen oleh Nida Fadlilah Arief

Bagikan Karya

Pilih salah satu pilihan dibawah