Hujan rintik sore itu di sebuah kota kecil, membasahi jalanan dan membuat udara semakin dingin. Di tengah keriuhan kota yang sibuk dengan lalu lalang kendaraan, seorang gadis muda bernama Maya duduk termenung di depan pintu gerbang sekolah, menunggu kedatangan driver ojek online yang telah ia pesan. Ia mengenakan jaket tebal dan sudah siap dengan helmnya, seraya bersiap diri.
Setelah beberapa saat menunggu, akhirnya sebuah motor datang menuju pintu gerbang sekolah. Maya tersenyum lega, melihat motor itu berhenti di depannya. Seorang pria muda dengan rambut pendek dan kulit sawo matang bersiap di atas motor, mengenakan jas hujan coklat dan helm abu-abu.
"Selamat sore, mbak," sapa pria itu dengan ramah.
Maya tersenyum dan segera melangkahkan kami menaiki motor itu.
"Iya, Pak.."
“Motornya keren, pak,” komen Maya, seraya mencairkan suasana.
Tidak ada jawaban dari bapak driver ojek online itu. Maya pun terbungkam dan menyibukkan diri dengan HPnya.
Tak beberapa lama kemudian, driver ojek online itu pun menanggapi ucapan Maya tadi.
“Tadi mbaknya bilang apa ya, mbak?”
“Oh, nggakpapa kok pak, sudah lupakan saja, pak” jawab Maya sambil tersenyum riang.
Pria itu menggeleng. "Tidak ada tarif, Mbak. Saya sudah dibayar oleh perusahaan."
Maya tertegun. "Oh, begitu. Terima kasih banyak, Pak."
Pria itu tersenyum. "Sama-sama, Mbak. Mau saya antar ke mana?"
Selama perjalanan, Maya memperhatikan motor yang dikendarai oleh pria itu. Motor itu memang terlihat keren dan terawat dengan baik.
Tiba di sebuah persimpangan jalan. Jalanan sore itu memang cukup ramai, karena bertepatan dengan arus pulang para pekerja.
“Tinnnn…..” suara klakson dari motor yang ditumpangi Maya berbunyi lantaran di depan ada mobil yang mendadak berhenti.
Maya tertegun mendengar suara klakson motor yang memang sudah dimodifikasi.
“Widih klaksonnya saja modifkasi, pak. Jangan-jangan ini lampunya juga dibuat kelap-kelip ya, pak?" Tanya Maya sambil bercanda
Pria itu tersenyum. "Ya jelas dong, mbak."
Maya tersenyum, terkesan. "Wah, keren, pak."
Pria itu tertawa. "Mbaknya suka motor ya?"
Maya tersipu. “Iya pak, tapi kan aku nggak bisa mengendarai motor,pak"
Pria itu tertawa ringan. "Lah, gimana sih mbaknya"
“Memangnya ini motor sudah sampai ke mana saja, pak?” tanya Maya, ingin tahu.
“Sudah sampai Aceh, sampai Batam, jauh mbak” jawab pria itu detil
Maya terdiam, tergoda dengan jawaban pria itu. Ia merasa aman karena drivernya sudah melalang buana sampai ke tempat yang jauh.
Hujan mulai sedikit reda, tak disadari percakapan itu terasa semakin mengakrabkan mereka.
"Mbaknya umur berapa sih?." Tanya pria itu dengan tegas
“Kayaknya kita seumuran deh, mbak? Lanjut pria itu dengan mantap
Maya hanya tersenyum sumringah, tak ada jawaban yang ia lontarkan.
“Mbaknya sudah punya pacar belum?” Tanya pria berbadan kekar itu lagi
“Belum, pak. Aku masih mau berkarir dulu.” jawab Maya ringan
Mereka terus berbincang-bincang sepanjang perjalanan. Driver itu banyak bertanya tentang Maya dan Maya pun dengan senang hati menjawab semua pertanyaannya. Maya merasa senang dan nyaman berbicara dengan pria itu.
Tak terasa, mereka sudah tiba di tujuan. Maya mengucapkan terima kasih kepada pria itu, lalu turun dari motor. Pria itupun lalu pamit.
"Terima kasih banyak, Pak."
"Iya, sama-sama, Mbak."
Maya pun lalu masuk ke dalam rumah. Ia merasa hangat dan nyaman, berkat perbincangan sepanjang jalan bersama pria itu. Ia juga merasa senang dan terkesan dengan pertemuan pertamanya dengan si pengemudi ojek online. Pria itu baik, ramah, dan informatif. Maya berharap untuk bertemu dengannya lagi suatu saat nanti.