
Berhati-hatilah bergaul dengan seorang penulis. Ia mungkin lebih banyak diam, tetapi diamnya bukanlah hampa. Ia sedang menyimpan setiap langkah, setiap kata, set...

Di sebuah kedai kecil, seorang penulis duduk dengan secangkir kopi yang mulai kehilangan hangatnya. Ia lebih banyak mendengar daripada berbicara. Orang-orang datang silih ber...

Dulu, aku selalu percaya bahwa hadir adalah bentuk kepedulian. Maka hampir setiap hari aku rela menemaninya hingga senja merunduk, bahkan sampai azan Maghrib berkumandang. Bukan ka...

Malam itu langit begitu sunyi. Ia duduk di teras rumah, memandangi jalan yang mulai lengang. Tidak ada air mata yang jatuh. Mungkin karena hatinya sudah terlalu lelah untuk menangis. Ia...

Di sebuah ruang yang tak terlalu besar, orang-orang datang dan pergi seperti musim. Ada yang akrab hanya sebentar, ada yang bertahan lama, dan ada pula yang memilih menjaga jarak. ...

Siang itu, bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Suasana sekolah mulai lengang. Anak-anak telah kembali ke rumah masing-masing, menyisakan hembusan angin yang membawa aroma masakan dari kantin sek...

Aku tidak pernah menyangka bahwa seseorang bisa datang begitu sederhana, lalu menetap begitu lama di dalam hati. Pertemuanku dengan Arka tidak memiliki kisah yang istimewa. Tidak...

Maya keluar dari toko buku dengan dua kantong belanja yang berisi beberapa novel dan buku catatan baru. Langit sore mulai berubah jingga. Ia menarik napas panjang, lalu membuka aplikasi ojek online...

Malam ini, bulan tak sekadar bersinar— ia membuka mata semesta. Supermoon, lingkar cahaya yang menatap jiwa, menyibak tirai antara nyata dan rasa. Ada mantra d...

Malam ini, bulan berdiri di perigee— titik terdekatnya pada Bumi. Ia tampak tiga belas persen lebih besar, dan cahayanya, tiga puluh persen lebih terang dari biasa.
