

Tuhan...
Ada satu permintaan kecil
yang kusimpan dalam diam.
Aku ingin bertemu dengannya.
Aku tahu,
keinginan itu adalah sesuatu
yang tak bisa kupaksakan.
Aku mengerti,
setiap pertemuan dan perpisahan
ada dalam tangan-Mu.
Tapi...
Kalau memang Engkau berkenan, Tuhan,
bolehkah aku bertemu dengannya
lewat mimpi?
Sebentar saja...
Aku tidak meminta waktu yang lama.
Aku hanya ingin melihat wajahnya lagi,
senyum yang pernah menguatkanku,
dan tatapan yang kini hanya tinggal kenangan.
Aku tidak akan memintanya tinggal.
Aku tidak akan memohon agar ia kembali.
Aku hanya ingin pulang sejenak
ke dalam sebuah mimpi,
untuk mengobati rindu
yang selama ini kupeluk dalam doa.
Lalu ketika pagi datang,
biarlah aku kembali membuka mata
dengan hati yang lebih tenang,
karena setidaknya,
di dalam mimpiku,
aku sempat menyapa seseorang
yang kini telah Kaupeluk dalam kasih-Mu.
Tuhan...
Jika mimpi itu tak pernah datang,
aku tetap percaya
Engkau sedang menjaga dia
jauh lebih baik daripada yang mampu kubayangkan.
Dan sampai hari itu tiba atau tidak pernah tiba,
izinkan aku terus mengenangnya
dengan doa,
dengan syukur,
dan dengan harapan bahwa ia telah damai
bersama-Mu.

