

Tuhan...
Bolehkah aku menitipkan satu rasa?
Sampaikan padanya, ya Tuhan...
Sebab kini ia telah berada bersama-Mu,
di tempat yang tak lagi bisa kujangkau
dengan langkah, suara, ataupun pelukan.
Katakan padanya...
Di bumi ini masih ada doa
yang diam-diam menyebut namanya.
Masih ada seseorang
yang sesekali tersenyum saat mengingatnya,
lalu tanpa sadar meneteskan air mata.
Tuhan...
Aku tidak meminta
agar Engkau mengembalikannya.
Aku hanya ingin
ia tahu bahwa kepergiannya
meninggalkan jejak yang tak mudah hilang.
Sampaikan padanya...
Aku sudah belajar mengikhlaskan,
meski rindu masih sering datang tanpa permisi.
Aku percaya,
di sisi-Mu ia telah menemukan damai
yang tak pernah habis.
Dan jika suatu saat
doaku benar-benar sampai kepadanya,
biarlah ia tahu...
Aku tidak lagi memanggilnya untuk kembali,
melainkan mendoakannya agar tetap berbahagia
dalam kasih-Mu yang kekal.
Karena kini hanya kepada-Mu, Tuhan,
aku bisa menitipkan rasa
yang tak mungkin lagi kusampaikan kepadanya.

