oranment
play icon
Kekecewaan
Cerpen
Kutipan Cerpen Kekecewaan
Karya indradmwf
Baca selengkapnya di Penakota.id

Malam itu, 18 Februari, Maya sibuk di dapur kecilnya. Ia sedang menyiapkan kejutan ulang tahun untuk Arka, yang jatuh pada tanggal 19 Februari. Lilin aroma terapi menyala, memenuhi ruangan dengan wangi lavender yang menenangkan. Sebuah kue cokelat dengan hiasan sederhana sudah siap di atas meja, menunggu untuk dibawa esok hari. Maya tersenyum, membayangkan wajah Arka yang terkejut dan bahagia.


Pagi harinya, Maya terbangun dengan semangat. Ia segera bersiap-siap, berencana untuk membeli beberapa balon dan pita untuk menambah meriah kejutan Arka. Namun, belum sempat ia keluar rumah, ponselnya berdering. Nama Arka tertera di layar.


"Halo, ya Arka?" sapa Maya.


"Maya, mama ada di hotel Amazon sekarang," kata Arka dengan suara agak tergesa. "Bisa tolong belikan kue untuk mama? Aku tahu, kamu pasti belum siap kan ketemu mama secara mendadak gini? Jadi nanti kamu beliin kue buat mamah, terus aku bilang deh ke mamah, kalau kamu hari ini tidak bisa ketemu mama karena ada kegiatan di luar kota"


Maya terdiam. Ia merasa aneh dengan permintaan Arka. Bukankah hari ini ulang tahunnya? Mengapa ia harus membelikan kue untuk mamanya?


"Tapi, bukannya hari ini ulang tahun kamu?" tanya Maya, mencoba menahan kekecewaannya.


"Iya, tapi mama tiba-tiba datang. Aku tidak enak menolak permintaannya," jawab Arka. "Aku bilang ke mama, kamu ada kegiatan di luar kota, jadi tidak bisa ikut merayakan."


Maya merasa ada yang tidak beres. Ia tidak suka dengan kebohongan ini. Ia merasa Arka tidak menghargai usahanya untuk menyiapkan kejutan.


"Maaf ya, aku tidak suka dengan kebohongan ini," kata Maya dengan suara tegas. "Aku sudah menyiapkan kejutan untuk kamu, tapi kamu malah meminta aku membelikan kue untuk mama kamu."


"Maya, tolong mengerti," kata Arka dengan nada meninggi. "Ini demi mama."


"Ini bukan tentang mama kamu. Ini tentang kamu yang tidak menghargai aku," jawab Maya. "Aku tidak mau terlibat dalam kebohongan ini."


"Kalau begitu, terserah kamu," kata Arka dengan nada dingin. "Kalau kamu tidak mau membantu, ya sudah."


"Tapi, aku tidak mau seperti ini," kata Maya, mencoba menahan air matanya.

"Aku sayang sama kamu, tapi aku tidak bisa menerima kebohongan."

"Kalau kamu sayang sama aku, kamu akan membantu aku," kata Arka. "Tapi sepertinya kamu lebih mementingkan ego kamu."


"Tapi....." Maya tidak bisa berkata apa-apa lagi. Ia merasa hatinya hancur.

"Sudah cukup, Maya," kata Arka. "Sepertinya hubungan kita memang tidak bisa dilanjutkan. Kita akhiri saja sampai di sini."


Tut... tut... tut... sambungan telepon terputus. Maya menatap layar ponselnya dengan mata berkaca-kaca. Ia tidak percaya Arka memutuskan hubungan mereka hanya karena masalah sepele ini.


Maya merasa marah, sedih, dan kecewa. Ia merasa Arka tidak menghargai perasaannya. Ia merasa hubungannya dengan Arka hanya sia-sia belaka.


Hari itu, Maya menghabiskan waktunya di sekolah. Siang hari saat bersama murid-muridnya, ia bisa tetap tegar bahkan bercanda dan bersendau gurau bersama para muridnya. 


Tapi ketika malam tiba, ia menangis dan merenungkan hubungannya dengan Arka. Ia merasa kehilangan, tapi ia juga merasa lega. Ia tahu bahwa ia telah membuat keputusan yang benar. Ia tidak bisa hidup dalam kebohongan.


Sejak hari itu, Maya dan Arka tidak pernah lagi berkomunikasi. Mereka lost contact, seolah-olah tidak pernah saling mengenal. Maya mencoba untuk melupakan Arka, tapi bayang-bayang pria itu selalu menghantuinya. Ia berharap suatu hari nanti, mereka bisa bertemu kembali dan menyelesaikan masalah mereka.


calendar
01 Mar 2025 11:59
view
10
idle liked
0 menyukai karya ini
Baca bab lainnya
Penulis Menyukai karya ini
close
instagram
Unduh teks untuk IG story
Cara unduh teks karya
close
Pilih sebagian teks yang ada di dalam karya, lalu klik tombol Unduh teks untuk IG story
Contoh:
example ig